Sempat Ditutup Sementara, Pembelajaran Tatap Muka di SMAN 1 Mataram Kembali Dibuka

Suasana lengang di SMAN 1 Mataram pada Sabtu, 9 Januari 2021 lalu saat diputuskan pembelajaran tatap muka dihentikan sementara. Mulai Kamis, 14 Januari 2021 pembelajaran secara tatap muka terbatas kembali dibuka.

Mataram (Suara NTB) – Pembelajaran secara tatap muka di SMAN 1 Mataram kembali dibuka mulai Kamis, 14 Januari 2021. Sebelumnya pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Mataram sempat ditutup sementara mulai Sabtu, 9 Januari 2021 sampai dengan Rabu, 13 Januari 2021 menyusul adanya dua siswa SMAN 1 Mataram terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala SMKN 1 Mataram, Kun Andrasto telah mengedarkan surat kepada orang tua siswa mengenai kegiatan belajar mengajar secara tatap muka terbatas. Menurutnya kegiatan tatap muka terbatas untuk kelas X dan XI akan dilaksanakan kembali mulai hari Kamis, 14 Januari 2021, sedangkan untuk kelas XII mulai Senin, 18 Januari 2021. Keputusan itu berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. “Tetap dengan menerapkan protokol kesehatan di masa Covid-19,” katanya, pada Rabu, 13 Januari 2021 malam.

Iklan

Kun menjelaskan, pembelajaran tatap muka dilakukan dengan sistem blok dan setiap pekan terjadi perubahan blok. Siswa kelas X dan XI hadir tiga kali dalam sepekan dan kelas XII hadir setiap hari untuk belajar tatap muka sesuai dengan pembagian jadwal blok. Siswa yang masuk hanya 50 persen dari jumlah siswa di setiap kelas.

Ia merincikan, kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas dimulai pukul 07.30 sampai dengan 11.00 WITA untuk kelas X dan XI, dan pukul 07.30 sampai dengan 11.20 Wita untuk kelas XII. Dilakukan juga pembagian pintu masuk, pada hari Kamis-Sabtu, 14-16 Januari 2021, kelas X masuk dan pulang melalui pintu barat sedangkan kelas XI melalui pintu timur. Sementara mulai hari Senin, 18 Januari 2021, kelas X dan XI masuk dan pulang melalui pintu barat sedangkan kelas XII melalui pintu timur.

“Orang tua atau wali yang mengantar dan menjemput putra-putrinya diharapkan menyesuaikan dengan jadwal pembagian blok kegiatan belajar mengajar untuk menghindari penumpukan terutama pada saat kepulangan,” ujar Kun.

Ia juga mengharapkan siswa sarapan di rumah masing-masing sebelum berangkat ke sekolah atau membawa bekal serta membawa masker cadangan. “Kami mengharapkan agar orang tua atau wali murid memperhatikan kegiatan putra-putrinya di rumah maupun di luar rumah agar tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19, serta tetap memotivasi putra-putrinya agar tetap giat belajar,” harap Kun.

Seperti diketahui, ada dua orang siswa SMAN 1 Mataram terkonfirmasi positif Covid-19. Awalnya pihak sekolah memperoleh informasi dari orang tua salah satu siswa kelas XII bahwa anaknya positif Covid-19 saat libur sekolah. Anak itu telah melakukan isolasi mandiri dan tidak masuk sekolah di awal pembelajaran tatap muka pada minggu ini.

Namun, ada seorang siswa SMAN 1 Mataram yang merupakan teman dari siswa tersebut sempat saling bertemu saat libur sekolah. Siswa itu mengikuti pembelajaran secara tatap muka pada awal minggu ini. Setelah dilakukan tes, ternyata hasilnya terkonfirmasi positif.

Buntut dari adanya dua siswa SMAN 1 Mataram yang positif Covid-19, maka dilakukan penelusuran riwayat kontak erat antara siswa positif tersebut dengan siswa lainnya dan guru. Sebanyak 23 orang siswa dan guru SMAN 1 Mataram mengikuti tes usap atau swab test di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB pada Selasa, 12 Januari 2021.

Wakil kepala bidang humas di SMAN 1 Mataram, Ilhamuddin Aminullah menjelaskan, belum ada hasil tes usap dari Dinas Kesehatan. Siswa dan guru yang mengikuti tes usap itu diwajibkan isolasi mandiri. Pembelajaran mereka sepenuhnya dilakukan secara daring. (ron)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional