Sempat Diisolasi Sepulang Umrah, Warga Bima Negatif Corona

Rifai (Suara NTB/Uki), Nurhandini Eka Dewi.(Suara NTB/dok)

Bima (Suara NTB) – Sementara itu, seorang warga di Kabupaten Bima dikabarkan sempat mendatangi Puskesmas di daerah setempat, untuk memeriksa kondisi tubuhnya, usai melakukan perjalanan umrah beberapa waktu lalu.

Kabar tersebut juga diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Rifai, S.Sos M.AP, Jumat, 13 Maret 2020.

Iklan

Menurutnya yang bersangkutan mengeluhkan alami gangguan pernapasan. Namun, setelah diperiksa tidak mengalami panas ataupun demam. Hanya saja memiliki riwayat asma dan tidak bisa terkena udara dingin.

“Setelah diperiksa, kami putuskan untuk dilakukan isolasi di rumah dan hari ini terakhir. Sudah kami periksa, hasilnya negatif covid19 juga,” katanya.

Rifaid memastikan, pihaknya akan tetap terbuka terkait kasus Corona apabila ditemukan di Kabupaten Bima nantinya. Tapi identitas pribadi pasien akan tetap dirahasiakan sesuai dengan SOP penanganan.

Untuk itu, Ia meminta kepada masyarakat apabila mengetahui ada tetangga atau warga yang baru pulang dari luar negeri agar melaporkan ke Pemerintah Desa dan Puksesmas supaya bisa ditindaklanjuti dengan mengecek suhu tubuhnya. “Hal-hal yang berkaitan dengan corona di Kabupaten Bima ini diberlakukan satu pintu,” katanya.

Mengantisipasi wabah virus corona di daerah setempat, Rifai mengaku Pemerintah Kabupaten Bima telah membentuk tim terpadu dan memperketat semua pintu masuk seperti di Bandara dan Pelabuhan.

Ia mengaku, semua warga asal Bima yang datang melalui bandara dan pelabuhan, terutama transit dari luar negeri akan diperiksa secara ketat. Pemeriksaan dilakukan berupa mendeteksi suhu tubuhnya. “Apabila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat keatas akan langsung dibawah dan dirujuk ke RSUD Bima,” katanya.

Selain memperketat jalur bandara dan pelabuhan, Rifai mengaku pihaknya telah menyiapkan empat ruang isolasi khusus di RSUD Bima untuk menangani pasien corona serta Alat Pelindung Diri (APD).

“Jadi RSUD Bima ini menangani tiga wilayah, yakni Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima. Mudah-mudahan tidak ada kasus di Kabupaten Bima,” pungkasnya.

Masuk ODP

Sementara itu, dua warga di Kota Bima dikabarkan diisolasi usai melakukan perjalanan umrah. Keduanya diketahui tiba di Kota Bima tanggal 2 Maret lalu, dan melakukan pemeriksaan hingga diputuskan untuk dilakukan isolasi rumahnya.

Menanggapai kabar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, melalui Kabid P3P, Syarifuddin, S. Sos, M.Pd, enggan memberikan pernyataan. Ia menyarankan agar persoalan itu dikonfirmasi ke Dikes Provinsi NTB.

“Mohon maaf, untuk konfimasi terkait covid19 semuanya satu pintu ke Dikes Provinsi NTB, berdasarkan protap yang sudah ditetapkan,” katanya, Jumat, 13 Maret 2020.

Terpisah Kepala Dikes Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi SpA., MPH, mengaku dua orang warga di Kota Bima yang dikabarkan diisolasi rumahnya itu merupakan Orang Dalam Pemantauan (ODP). “Dua orang warga Kota Bima itu bukan termasuk suspect corona tapi ODP karena yang baru pulang dari negara terdampak corona,” katanya.

Menurutnya, dua orang warga tersebut kondisinya sehat. Namun berdasarkan protap, selama ada inkubasi corona diminta membatasi kegiatan untuk keamanan semua pihak. “Mereka tidak diisolasi tapi dikarantina dan saat ini dalam pantauan tenaga kesehatan di Kota Bima. Saya tegaskan lagi, mereka bukan suspect corona tapi ODP,” tegasnya.

Nurhandini mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tetap menerapkan pola hidup sehat, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun selama 20 menit dan dibawah air mengalir. “Masyarakat tetap menjaga dan meningkatkan sistem imun tubuh untuk menangkal terpapar virus corona,” imbaunya. (uki)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional