Sempat Buron, Polisi Berhasil Amankan Oknum Anggota BKD

Kapolsek Kediri Donny Wira Setiawan saat jumpa pers penangkapan oknum  anggota BKD Rumak yang diduga terlibat kasus curat. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Setelah sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Kediri, Oknum anggota Badan Keamanan Desa (BKD) Rumak Kecamatan Kediri berinisial DN (37) akhirnya diamankan. Dia diamankan atas dua laporan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayahnya. Dua laporan polisi yang dimaksud yakni Nomor : LP/62/XI/2019/NTB/Res Lobar/Sek Kediri, tertanggal 4 November 2019.

Atas laporan itu, DN pun masuk sebagai DPO Nomor : DPO/05/XI/2019/Sek Kediri, tanggal 20 November 2019. Kemudian laporan polisi kedua yakni dengan Nomor : LP/64/XI/2019/NTB/Res Lobar/Sek Kediri, tertanggal 5 November 2019. Dan lagi-lagi pelaku DN dijadikan DPO dengan Nomor : DPO/06/XII/2019/Sek Kediri, pada tanggal 18 Desember  2019.

Iklan

Kapolsek Kediri Iptu Donny Wira Setiawan seizin Kapolres Lobar, Selasa, 11 Februari 2020 menjelaskan tersangka DN diduga telah melakukan aksi curat di dua tempat yang berbeda, yakni Counter Yogi Cell dan Toko Rina Olshop. “Modusnya mencongkel rolling door toko tersebut lalu kemudian mengambil barang-barang. Mereka berdua, satu masuk ke toko dan satu lagi berada di luar untuk memantau situasi,” ungkapnya didampingi Kasubag Humas Polres Lobar Iptu I Ketut Sandiarsa.

Sementara rekan DN, yakni AW telah lebih dulu diamankan dan saat ini tengah dalam proses peradilan. Dari hasil penyidikan tersangka AW lah keterlibatan DN terungkap. “Mereka ini penjaga keamanan di toko-toko wilayah Desa Rumak. Konon karena toko tersebut tidak memberi kontribusi, akhirnya menjadi sasaran,” tambahnya. Dari pengakuan tersangka DN, lanjut Donny, hasil curian itu kemudian dijual dan hasilnya untuk membeli barang haram narkotika jenis sabu-sabu. “Mereka menjual barang curiannya di wilayah Mataram dan Gerung,” terangnya lagi.

Adapun barang-barang yang berhasil digasak pelaku di Counter Yogi Cell adalah berupa aksesoris HP seperti headset dengan merek Vivo, OPPO, Xiaomi dengan jumlah keseluruhan sekitar 400 head set, memori Hp merek Vanpo yang tidak diketahui jumlahnya, carger merek Xiaomi dan Nokia dengan jumlah keseluruhan sekitar 12 carger, kabel USB original sekitar 18 carger, kabel USB biasa sekitar 40 buah.

Atas kejadian itu, Yogi Cell mengalami kerugian sekitar Rp6 juta. Kemudian di Rina Olshop, barang yang diambil antara lain, berupa 30 buah jam biasa, 47 buah jam Imoo, 150 buah jam magnet, spekaer Polytron, 30 helai pakaian dan tas. Atas kejadian itu, Rina Olshop merugi sebesar Rp16 juta lebih.

Tak hanya melakukan aksi di dua toko tersebut, tersangka DN juga diduga mencuri uang di kotak amal Depan salah satu gerai modern di Desa Rumak. Atas perbuatannya, tersangka DN dijerat Pasal 363 Ayat (1) Ke 4e dan 5e KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun.

Sementara itu, tersangka DN yang sempat ditanya wartawan mengaku dirinya melakukan aksi nekat itu untuk membeli sabu-sabu yang diajak oleh rekannya AW. Menurut dia, gaji sebagai keamanan desa tidak mencukupi untuk biaya hidup, karena sebulan dia hanya mendapat Rp350 ribu. (her)