Sempat Banjir, Keadaan di Dusun Setangi Kembali Normal

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu dan Wabup Danny Karter Febrianto Ridawan meninjau lokasi banjir di Dusun Setangi. Keadaan pada Jumat kemarin sudah kembali normal. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Warga Dusun Setangi, Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU), sempat dihebohkan oleh luapan air dari kali yang berada di dusun tersebut, Kamis, 1 April 2021. Akibatnya, air menggenangi permukiman warga, SDN 4 Malaka dan menimbulkan dampak kepada 30 KK (70 jiwa).

Kondisi itu mendapat atensi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Mengingat pada video yang beredar, air meluap sampai ke jalan raya. Luapan air yang membawa material pasir sempat menghambat laju lalu lintas kendaraan.

Iklan

Selain Gubernur NTB, Bupati, H. Djohan Sjamsu, SH., dan Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST. M.Eng., juga turun ke lapangan memantau warga. Djohan – Danny melihat warganya pada Jumat sore. Saat itu, air sudah kering dengan sisa bekas genangan yang membuat kesan kotor, termasuk di ruang belajar siswa di SDN 4 Malaka.

“Sekolah hanya kemasukan air, tetapi kegiatan ujian pada hari Senin masih bisa berlangsung. Tinggal bagaimana masyarakat ikut membantu membersihkan lingkungan sekolah, supaya anak-anak bisa nyaman saat ujian berlangsung. Untuk bangunan, kondisinya masih bagus,” ujar Bupati.

Ia berharap, cuaca akan membaik pada saat berlangsungnya ujian maupun di hari-hari berikutnya. Di saat bersamaan, bupati telah meminta Dinas PUPR untuk menghitung teknis rehabilitasi saluran air yang tersumbat, berikut biaya perbaikannya.

Pemerintah daerah sudah memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan ini menyusul diberikan setelah warga mendapat bantuan terpal 30 lembar, dan selimut 50 lembar. Selain itu, bantuan juga diberikan oleh Indonesia Off-road Federation, berupa air gelas 20 dos, air mineral botol 5 dos, dan mie instan 50 dos.

Kabid Darlog pada BPBD KLU, Pasek Suparta, menyebut saat kejadian Kamis sore, kondisi warga terdampak tidak mengkhawatirkan. Peristiwa sedikit heboh, karena tersendatnya laju kendaraan akibat luapan air yang sampai ke jalan raya.

“Luapan air sempat memang membuat kendaraan stuck, karena air dari tebing membawa material. Setelah hujan agak reda dan jalan dibersihkan, lalu lintas kembali normal,” ujar Pasek.

Kejadian ini akunya tidak diperkirakan masyarakat sebelumnya. Mengingat pada situasi hujan lebat sebelumnya, tidak sampai menyebabkan luapan. “Kalau ketinggian air tidak signifikan, hanya masuk ke pekarangan. Jadi warga tidak ada yang mengungsi. Kalau pun ada, hanya sebentar dan kembali lagi ke rumah masing-masing,” pungkasnya. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional