Sementara, 31 Peserta Tes SKD di Lobar Dinyatakan Gugur

TES Peserta CPNS di Lobarsedang mengikuti tes SKD. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi peserta CPNS di Lombok Barat (Lobar) telah memasuki hari ke lima. Tes SKD hari ketiga dan ke empat yang diadakan Sabtu dan Minggu lalu banyak peserta yang tak dihadir. Jumlahnya mencapai 23 orang. Kalau ditotal data sementara jumlah peserta yang tidak hadir tes SKD hari pertama sampai ke empat ini terdapat 32 orang tidak ikut tes, satu di antaranya dijadwalkan tes susulan karena terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan 31 orang di antaranya tidak hadir tanpa keterangan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) Lobar melalui Kasubid Pengadaan Pegawai HirmanZulkarnain, Senin, 6 September 2021 mengatakan pelaksanaan tes pada hari ketiga dan keempat pada hari Sabtu dan Minggu, peserta dibagi delapan sesi. Terdapat total 337 peserta yang hadir dan 23 orang tidak hadir tanpa keterangan.

Iklan

“Pelaksanaan tes hari Sabtu, dari empat sesi dihadiri 168 orang 12 peserta tidak hadir tanpa keterangan,” ujarnya.

Pada sesi pertama, semua peserta hadir sebanyak 45 orang. Sesi kedua 43 orang. Dua orang tidak hadir tanpa keterangan. Sesi ketiga, dari 39 peserta terdapat 6 peserta tidak hadir tanpa keterangan. Selanjutnya sesi ke empat, terdapat 4 orang tak hadir tanpa keterangan sedangkan 41 peserta hadir. “Peserta pada hari Sabtu 168 orang,”sebut dia.

 Kemudian pada hari Minggu, 5 September 2021, dari empat sesi tes dihadiri 169 orang, sedangkan yang tidak hadir sebanyak 11 orang. Masing-masing, sesi pertama dihadiri 42 orang, tiga orang peserta tidak hadir tanpa keterangan.

Kemudian sesi kedua, peserta yang hadir 43 orang, sedangkan sisanya 2 orang tidak hadir tanpa keterangan. Sesi ketiga 40 orang hadir, lima orang tidak hadir tanpa keterangan. Sesi ke empat 44 orang hadir, satu orang tidak hadir tanpa keterangan. Lebih jauh kalau diakumulasi dari hari pertama hingga keempat (Minggu red), terdapat 527 orang peserta yang hadir. Sedangkan yang tidak ikut tes karena tidak hadir tanpa keterangan serta mengundurkan diri sebanyak 31 orang. Sedangkan satu orang mengikuti tes susulan, karena terinformasi Covid-19.

Sementara itu, para peserta PPPK yang ikut tes mengadu ke DPRD agar bisa digratiskan biaya swab antigen atau rapid tes. Aduan itu disampaikan melalui media sosial ke Wakil Ketua DPRDLobarHj. Nurul Adha. Mereka dari guru honorer meminta kepada anggota DPRD untuk menyuarakan kepada Pemda terkait persyaratan mengikuti Uji Kompetensi PPPK 2021 dengan menggratiskan biaya swab atau tes PCR untuk guru honorer Lobar yang akan mengikuti tes PPPK tersebut.

Di Lombok Tengah (Loteng), pelaksanaan SKD mulai digelar tanggal 12 September mendatang dan direncanakan akan berlangsung selama 10 hari. SKD diikuti oleh lebih dari 3.600 peserta.

Asisten Administrasi Umum Setda Loteng, H.M.Nazili, S.IP., menambahkan, selain diharuskan membawa semua perlengkapan administrasi untuk mengikuti SKD, peserta juga diwajibkan membawa hasil tes swab antigen dengan hasil non reaktif dengan pelaksanaan tes swab antigen dilakukan maksimal 2×24 jam sebelum SKD dilaksanakan. “Untuk kartu vaksin dan PCR, tidak wajib. Peserta cukup membawa hasil tes swab antigen dengan hasil non reaktif saja,” jelasnya.

Awalnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 kabupaten untuk menyiapkan tes swab antigen di lokasi pelaksanaan SKD. Namun karena pertimbangan keterbatasan petugas kesehaan serta efektivitas waktu, hal itu urung disiapkan. Jadi peserta SKD melakukan tes swab antigen secara mandiri.

Nazili menjelaskan, bagi peserta SKD yang tidak bisa mengikuti tes karena terkonfimasi Covid-19 atau hasil tes swab antigennya reaktif, diberikan kesempatan untuk mengikuti SKD setelah kondisinya dinyatakan pulih. Dengan catatan peserta mengkonfirmasi panitia dengan menunjukkan hasil tes secara on line. Tidak harus datang langsung.

“Kalau ada peserta SKD yang terkonfirmasi Covid-19 atau tengah menjalani isolasi mandiri, diharuskan mengkonfirmasikan diri ke panitia pelaksana. Dibuktikan dengan hasil tes yang dikirim secara online. Sehingga peserta tersebut tidak dinyatakan tidak hadir,” jelasnya.

Pasalnya, kalau kemudian ada peserta SKD yang tidak hadir tanpa konfirmasi maka langsung dinyatakan gugur. Dan, tidak akan diberikan kesempatan untuk mengikuti SKD dihari yang lainnya. “Selama peserta tersebut benar sedang isolasi mandiri atau terkonfirmasi Covid-19, maka akan diberikan kesempatan untuk mengikuti SKD di hari yang lain,” tegas Nazili.  (her/kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional