Semen Langka, 42 Ribu Unit lebih RTG di Lobar Belum Tuntas

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid bersama Dandim Efrijon Kroll dan Kadis Perkim Lobar H. L. Winengan saat rapat percepatan pembangunan RTG di Narmada, Senin,  23 September 2019. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Progres pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Lombok Barat (Lobar) yang sudah selesai mencapai 42.847 unit dari total 85 ribu lebih rumah baik yang rusak sedang, ringan dan berat. Sisa RTG yang belum terbangun pun mencapai 42 ribu unit lebih. Tenggat waktu untuk menuntaskan pengerjaan puluhan ribu RTG ini hingga tanggal 31 Desember mendatang. Hanya saja saat ini, pengerjaan RTG ini masih terkendala semen yang masih langka. Hal ini pun menjadi atensi pemda bersama pihak Kodim.

Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Pemukiman, progres pembangunan RTG di Lobar yang rusak berat mencapai 13.240 unit. Dari jumlah ini, dalam proses pengerjaan sebanyak 9.459 unit dan sudah selesai dibangun 3.781 unit. Untuk rumah rusak sedang, dalam progress pengerjaan sebanyak 5.574 dan sudah selesai dibangun sebanyak 6.946 unit, sehingga totalnya mencapai  12,520 unit. Sedangkan untuk perbaikan rumah rusak ringan, dalam proses pengerjaan  13.453 unit, sudah tuntas dikerjakan 32.120 unit. Totalnya mencapai 45.573 unit.

Iklan

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang dikonfirmasi wartawan usai rapat dengan Dandim menghadirkan  pokmas, fasilitator dan aplikator di Narmada mengatakan masa transisi penanganan gempa ini diperpanjang hingga tanggal 31 Desember. Pihaknya pun sudah membuat SK pembaharuan atau tambahan mencapai 4 ribu unit lebih. Empat ribu lebih rumah ini, merupakan akumulasi data anomali dan tambahan rumah yang belum masuk usulan sebelumnya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk menanyakan dana tambahan ini. Terkait kepastian dana tambahan ini, puhaknya yakin segera cair dari pusat. “Kita hanya kekurangan Rp 80 miliar,”tegas dia.

Kepala Disperkim Lobar, H.L. Winengan mengklaim kalau progres pengerjaan RTG di Lobar di atas 50 persen. Bahkan, progres penanganan RTG di Lobar paling bagus di NTB. “Sisanya tinggal 40 persen, dari 85 ribu unit lebih ya tinggal sekitar 40 ribu lebih,” tegas Winengan.

  Rumah Terbakar, Tiga Warga Narmada Meregang Nyawa

Sementara itu, Dandim 1606 Lobar Kolonel CZI Efrijon Kroll mengatakan pihaknya mengatensi kelangkaan semen yang masih terjadi, hal ini pun menjadi atensinya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Lobar untuk mengecek ke lapangan, terutama di Pelabuhan Lembar. “Sebab kelangkaan semen ini ada pengaruhnya terhadap percepatan pembangunan RTG,” tegas dia. Sebab, kata dia, semen ini bahan campuran dalam pembangunan RTG.

Diakui kelangkaan semen ini biasanya terjadi setiap akhir tahun, sehingga dibarengi harga meningkat. Sejauh ini harga semen sejauh ini mencapai Rp70 ribu per sak.  Terkait adanya harga semen yang sangat tinggi bahkan mencapai Rp 90-100 ribu per sak, hal ini akan diselidiki lebih lanjut. Jika ditemukan permainan harga, tentunya aparat kepolisian akan melakukan penindakan hukum. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here