Sembilan Ton Vanili akan Diekspor ke Amerika

Pengeringan buah vanili, sebelum diproses dan diekspor ke luar negeri. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Eksportir vanili dari Sakra, Lombok Timur akan mengekspor sembilan ton vanili kering dengan tujuan Amerika Serikat. Covid-19 sejauh ini tak mempengaruhi permintaan buyer di negeri Paman Sam. UD. Rempah Organik Lombok, yang sudah hampir satu dasawarsa ini rutin mengekspor vanili. Selain Amerika Serikat, negara tujuan ekspor lainnya adalah Jepang dan Prancis.

“Tapi tahun ini saya fokus ke Amerika Serikat,” kata Muhir, owner UD. Rempah Organik Lombok kepada Suara NTB, Jumat, 17 April 2020. Rencananya, ekspor dilakukan Bulan Juli ini. Selama ini, ekspor vanili menggunakan nama Bali. Dengan berbagai pertimbangan. Namun untuk tahun 2020 ini, ia komitmen akan menggunakan Surat Keterangan Asal (SKA) NTB.

Iklan

Muhir memiliki sejumlah kelompok tani. Tersebar di Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Barat. Ia juga memiliki kelompok binaan di Bali, dan NTT. Termasuk menerima pasokan dari Pulau Jawa. Total luas lahan petani yang dibinanya di dua kabupaten ini seluas 284 hektar. Seluruh kelompok tani binaannya adalah vanili organic yang sudah mendapat sertifikat internasional yang menjadi standar acuan Amerika Serikat.

Nama perusahaannya bahkan telah terdaftar di departemen  yang membidangi Perdagangan dan Pertanian di negara pimpinan Donald Trump ini. Setiap tahun ini mengirim paling tinggi sebanyak tujuh ton vanili kering. Tahun ini rencananya sembilan ton. Termasuk vanili non organic yang dipasok oleh petani dari beberapa daerah mitranya.

Muhir menyebut, tahun lalu harga vanili kering Rp6 juta sekilo. Dari kontraknya tahun ini, harganya turun menjadi Rp4 juta/Kg. kata Muhir, penurunan harga akibat dari perekonomian global yang lesu. Ditingkat petani, ia menerima vanili basah (hijau) dengan harga Rp450.000/Kg. selanjutnya ia keringkan, dan permentasi. Komoditas perkebunan ini menurutnya sangat prospek ekonominya. Apalagi vanili Lombok memiliki kekhasan tersendiri.

“Apalagi vanili Lombok sudah organik. Mungkin karena itu juga, jarang dicancel permintaan dari Lombok,” demikian Muhir. Vanili, adalah bubuk yang berasal dari tanaman bernama Vanili (Vanilla planifolia) yang biasanya digunakan sebagai pengharum atau penambah aroma pada makanan. Harga Vanili ini sendiri bisa dikatakan sangat tinggi, hal ini membuat Vanili menjadi salah satu komoditas perkebunan yang paling diminati oleh masyarakat.

Ditambah lagi, mudah dibudidayakan di tanah air. Rasa manis dan harum dari bubuk ini membuat vanili banyak digunakan dalam makanan dan minuman. (bul)