Sembilan Kasus Baru Covid-19 KSB Terinfeksi di RSUD Asy Syifa

H. Tuwuh. (Suara NTB/ist), Carloff Sitompul. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Tambahan 9 kasus baru Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang diumumkan pada, 26 November 2020 seluruhnya terindetifikasi terinfeksi di RSUD Asy Syifa.

Berdasarkan keterangan resmi  Gugus Tugas Penanganan Covid-19 KSB, disebutlan, dari 9 kasus baru tersebut. Sebanyak 8 pasien merupakan tenaga kesehatan (Nakes) yang sehari-hari bertugas di RSUD Asy Syifa. Sementara seorang lainnya adalah pasien yang sempat menalani perawatan di rumah sakit milik Pemda KSB itu.

“Iya semuanya terinfeksi di rumah sakit. Kebanyakan Nakes dan ada satu orang pasien,” terang juru bicara Gugus Tugas Covid-19 KSB, H. Tuwuh kepada wartawan, Jum’at, 27 November 2020.

Ia menjelaskan, temuan kasus baru di RSUS Asy Syifa itu merupakan pengembangan dari kasus yang teridentifikasi pada 15 November lalu. Di mana saat itu tercatat ada 8 Nakes, terdiri dari 8 perawat dan 1 dokter dinyatakan positif Covid-19. “Ini hasil tracing kontak erat kasus pertama. Kita swab dan ternyata ada yang positif lagi sebanyak 9 orang,” urainya.

Terpisah Direktur RSUD Asy Syifa, dr. Carloff Sitompul yang dikonfirmasi membenarkan adanya lagi Nakes rumah sakit yang terindentifikasi positf Covid-19. “Iya semalam diumumkan 8 lagi. Tapi itu sudah kita antisipasi dengan mengarantina mereka setelah diketahui memiliki kontak erat dengan Nakes pasien Covid-19 sebelumnya,” sebutnya.

Ia menjelaskan, sejak kasus tanggal 15 November lalu pihaknya telah melakukan upaya memurus mata rantai penularan virus asal Wuhan, Tiongkok itu berkembang di internal rumah sakit. Proses penelusuran kontak dilakukan secara massif untuk mengidentifikasi Nakes lain yang kemugkinan memiliki kontak erat dengan Nakes yang telah ditetapkan positif terinfeksi virus.

Bahkan, pasca diumumkannya tambahan Nakes yang positif sekarang ini. Sambung Carloff, pihaknya memberlakukan karantina terhadap 90 petugasnya sambil menunggu hasil swabnya diumumkan. “Hari ini (kemarin) ada 90 petugas kita swab dan kita arahkan melakukan karantina mandiri sambil nunggu hasil tesnya diumumkan,” ungkapnya.

Akibat banyaknya Nakes yang dikarantina itu, aktivitas pelayanan RSUD Asy Syifa sedikit terganggu. Carloff menyatakan, pihaknya telah menutup layanan operasi untuk sementara karena minimnya Nakes yang dapat bertugas sekarang ini. “Kalau tidak salah ada sekitar 40 Nakes (perawat) yang kita tugaskan mengisi sift lamanan selama 24 jam. Untungnya kalau dokter kita masih ready semua. Tapi ya tetap kalau ditanya apakah kami kesulitan memberi pelayanan. Ya jelas kami sekarang sedang kelimpungngan,” ucapnya jujur seraya berharap tidak ada lagi Nakes yang terkonfirmasi positif berikutnya.

“Kita berdoa saja semoga yang 90 orang menunggu hasil swabnya tidak ada yang positif lagi supaya pelayan rumah sakit kita normal lagi,” harap Carloff. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here