Sembilan Kapal Pesiar Dijadwalkan akan Masuk Lombok

0
Sebuah kapal pesiar sadar di Pelabuhan Gili Mas. Dalam tahun 2022 ini, sedikitnya sembilan kapal pesiar dijadwalkan sandar dan mengangkut penumpang sedikitnya 10 ribu orang.

Giri Menang (Suara NTB) – Sembilan kapal pesiar dijadwalkan akan masuk pelabuhan internasional Gili Mas, Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat selama tahun 2022 ini. Sembilan kapal pesiar ini diprediksi  akan membawa lebih dari 10 ribu penumpang (wisatawan) dari berbagai asal negara. Tentu dampaknya tidak kecil secara ekonomi, jika kapal-kapal pesiar ini bisa sandar.

‘’Semoga tidak ada aral melintang. Izin-izin masuknya lancar. Tinggal dipersiapkan destinasi wisata kita supaya ada pertimbangan mereka betah tinggal di Lombok,’’ ujar General Manager Pelindo III Cabang Lembar, Baharuddin.

IKLAN

Dijumpai di Pelabuhan Nusantara III Lembar, saat menyambut pelayaran perdana kapal penumpang KM Kirana VII milik Dharma Lautan Utama yang melayani rute Tanjung Perak (Surabaya) – Lembar (Lombok) Pulang Pergi , Kamis, 6 Januari 2022, Baharudin menyebut ke tujuh kapal pesiar yang dijadwalkan masuk Pelabuhan Internasional Gili Mas.

Diantaranya, Golden Horizon tanggal 17 Februari , Norwegian Spirit 11 April, Royal Princes 5 September, Star Brezee 27 Oktober, Star Brezee 29 Oktober, Viking Orion 23 November, Noordam 12 Desember. Viking Mars 12 Desember. Dan Vasco Dagamma 31 Desember.

‘’Belum termasuk kalau yang masuk pada saat MotoGP nanti. Kita ndak tahu. Semoga saja mereka longgar masuk. Izin-izinnya, dan bebas dari virus,’’ harapnya.

Baharudin menambahkan, ke sembilan kapal ini bisa saja masuk sesuai jadwalnya. Bisa juga batal. Tergantung perkembangannya nanti. Dijadwalkan, kapal-kapal ini hanya singgah, lalu berangkat lagi.

Sementara itu, KSOP Lembar,   Pradigdo menambahkan, ada angin segar rencana masuknya kapal-kapal pesiar (cruise). Pemerintah Pusat mendorong kapal-kapal ini masuk di Lembar, di Pelabuhan Gili Mas. Salah satu diantaranya adalah kapal pesiar yang panjangnya 300-an meter.

‘’Terjadwal sudah sembilan kapal pesiar. Semoga bisa terealisasikan. Karena sedang Covid-19, dari Kementerian Kesehatan kita diminta untuk memperhatikan protokol kesehatannya, terutama penumpang dari luar negeri. Kan ada masa karantina, ini yang kita juga perlu pikirkan bersama,” imbuhnya.

Artinya, kehadiran wisatawan –wisatawan mancanegara ini bisa tinggal beberapa hari di Lombok, untuk menjelajah berbagai destinasi wisata dan berbelanja. Semoga juga diharapkan Pradigdo, keberadaan mereka selama perjalanan dari negara asal sudah sekaligus menjadi kegiatan karantina.

‘’Pemerintah maunya seperti itu. Sehingga begitu sampai tujuan, sudah bisa langsung menjajal destinasi wisata,’’ jelas Pradigdo.

Secara kesiapan, KSOP dan stakeholders lain seperti karantina dan Imigrasi sudah mempersiapkan menyambut kedatangan wisatawan dimaksud. ‘’Ada juga teman kita dari Syahbandar yang sudah siap melihat itu. Kesiapan kapalnya, orangnya, kita siap menjalankan fungsi masing-masing,’’ demikian Pradigdo.(bul)