Sembilan Atlet Menembak Terancam Tak Bisa Ikut PON

Andy Hadianto (Suara NTB/fan)

Mataram (Suara NTB) – Pengurus cabang olahraga menembak NTB melaporkan sebanyak 11 atlet lolos mengikuti PON  XX di Papua tahun 2021. Namun dari 11 atlet tersebut terdapat sembilan atlet yang dinyatakan terancam tak bisa ambil bagian di pesta puncak olahraga tingkat nasional tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Umum  KONI NTB, H. Andy Hadianto kepada Suara NTB di Sekretariat KONI NTB belum lama ini. Pernyataan tersebut disampaikan Andy setelah berkoordinasi dengan Pengurus Besar (PB) PON di Papua belum lama ini.

Iklan

“Dari 11 atlet menembak yang didaftarkan oleh Pengprov Perbakin NTB ikut PON, terdapat sembilan atlet  terancam tidak bisa mengikuti PON,” ucapnya.

Dikatakan Andy, berdasarkan hasil komunikasi dirinya dengan PB PON belum lama ini terdapat sembilan atlet menembak NTB terancam tak bisa mengikuti  PON XX Papua tahun 2021. Alasan sembilan atlet tidak bisa mengikuti PON dikarenakan persoalan domisili dan KTP. Dimana sembilan atlet tersebut berdomisili di luar NTB.

Menurut informasi yang diterima Andy dari PB PON bahwa atlet menembak yang berdomisili di luar NTB harus memiliki surat mutasi bila ingin membela NTB di PON. Sementara sembilan atlet menembak NTB tersebut kata Andy tidak memiliki surat keterangan mutasi.

Terkait soal ancaman  terhadap sembilan atlet menembak NTB tersebut, Andy mengingatkan pengurus cabor menembak agar segera mengurus soal kelengkapan syarat sembilan atlet tersebut secepatnya supaya bisa segera diproses oleh PB PON untuk pendaftaran entry by name secara online.

Di tempat terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua KONI NTB, M. Nur Haedin. Ia mengatakan sembilan atlet menembak terancam tak bisa mengikuti PON Papua tahun 2021. Alasannya sembilan atlet menembak NTB tersebut berdomisili di luar NTB. Sementara untuk mengikuti PON Papua tahun 2021 para atlet  NTB harus berdomisili di NTB dan memiliki KTP NTB.

“Sembilan atlet menembak berdomisili di luar NTB, mereka terancam tak bisa ikut PON,” jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, Pelatih Menembak NTB, Andik Budi Hariono belum bisa dikonfirmasi. Namun demikian sebelumnya Andik pernah mengatakan bahwa cabor menembak telah meloloskan sebanyak 11 atlet. Dalam hal ini ia pun membenarkan bila sembilan atletnya  berdomisili di luar NTB, sementara sisa dua atlet lainnya berdomisili di NTB.

Menurut Andik meski sembilan atletnya berdomisili di luar NTB, namun sembilan atlet tersebut diklaimnya resmi sebagai atlet NTB, pasalnya kesembilan atlet tersebut memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Perbakin NTB. Dan Andik  optimis kesembilan atlet tersebut dapat memperkuat tim menembak NTB  di PON Papua tahun 2021.

“Sembilan atlet menembak itu merupakan Anggota Perbakin NTB, karena mereka memiliki KTA Perbakin NTB. Dan kami yakin sembilan atlet itu bisa mewakili  NTB di PON,” tegasnya. (fan)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional