Seluruh Travel Umrah Tutup Sementara

H. Turmuzi. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Seluruh travel umrah menutup sementara kegiatannya. Sampai ada lampu hijau dari pemerintah untuk menyelenggarakan kembali ibadah haji dan umrah. “Semua nutup. Ada yang sudah dari tiga minggu yang lalu,” kata Ketua Persatuan Travel Umrah dan Haji (PATUH) Provinsi NTB, H. Turmuzi.

Adapun diantaranya yang membuka kantor, masyarakat yang mendaftar untuk melaksanakan haji dan umrah, nihil. Perusahaan travel umrah tengah menghadapi dilema setelah kegiatan umrah diputuskan oleh Pemerintah Arab Saudi dihentikan untuk mengantisipasi wabah covid-19. Diantaranya calon jemaah yang telah mendaftar, meminta cancel dan pengembalian dana.

Iklan

Tentu berat bagi travel, apalagi jemaah-jemaah yang sebelumnya telah siap diberangkatkan dan tertunda secara tiba-tiba. H. Turmuzi kepada Suara NTB mengatakan, dana penyelenggaraan ibadah umrah yang telah disetor oleh jemaah, biasanya dibelanjakan langsung untuk memenuhi keperluan jemaah. Dari atribut, booking tiket pesawat, sampai booking hotel.

“Sebulan sebelum berangkat, biasanya sudah clear, tiket pesawat, tiket hotel dan perlengkapan. Tentu tidak bisa ditarik langsung dananya, kalau jemaah meminta,” ujarnya. Apalagi untuk hotel yang telah dipesan, konsekuensinya hangus atau reschedule. Demikian juga untuk tiket pesawat domestik yang telah dipesan.

Misalnya, penerbangan jemaah dari Lombok – Jakarta, Lombok-Surabaya, atau Lombok-Kuala Lumpur. Jamaah yang telah diberangkatkan, namun setengah perjalanan terpaksa haru balik karena Saudi Arabia menutup pintu masuknya, tiket domestik secara otomatis hangus. “Kalau yang belum berangkat langsung dari Jakarta –Jeddah, atau Kuala Lumpur Jeddah, bisa dinegosiasikan kembali reschedule. Tapi tidak bisa ditarik uangnya,” jelas H. Turmuzi.

Karena itu, kepada jemaah yang berniat membatalkan perjalanannya, disarankan untuk dipertimbangkan dua kali. Sebab konsekuensi yang harus diterima, dana yang disetor tidak bisa dikembalikan sepenuhnya. Karena situasai berat yang dihadapi saat ini, H. Turmuzi juga menyebut, karyawan perusahaan – perusahaan travel haji dan umrah dirumahkan sementara.

Rekrutmen calon jemaah juga sementara tak dilakukan sampai adanya kepastian Makkah dan Madinah dibuka kembali. Dewan Penasehat PATUH NTB, H. Ahmad Muharis juga menyatakan hal yang sama. Perusahaan masih menunggu kepastian dari pemerintah. Harapannya, wabah ini juga segera berakhir.

Sementara aktifitas perusahaan ditutup, komunikasi dengan calon jemaah tetap dapat intens dilakukan meski tanpa tatap muka langsung. “Mau tanya-tanya ke perusahaan masih bisa dilakukan by phone. Mau buka kantor juga siapa yang mau dateng. Pemerintah meminta masyarakat mengurangi kontak langsung. Kita sama-sama harus memaklumi. Karena ini musibah global,” demikian H. Muharis. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional