Seluruh TKI Korban Kapal Tenggelam Asal Lombok Telah Lampaui Izin Tinggal

Mataram (suarantb.com) – Kapal pengangkut 101 penumpang yang sebagian besar adalah TKI, terbalik di Teluku Mata Ikan, Perairan Batam, Rabu, 2 November 2016. Kapal tersebut mengangkut TKI yang mayoritas warga Lombok, NTB. Hasil identifikasi yang dilakukan, seluruh TKI yang menjadi korban kapal tenggelam tersebut telah malampaui izin tinggal (overstay) di Malaysia.

Menurut Kepala BP3TKI Mataram, H. Mucharom Ashadi, S.Ag, kapal yang mengangkut 98 WNI dan tiga anak buah kapal (ABK), berlari kencang ketika melintas di Out Port Limited (OPL) antara Malaysia dan Indonesia.

Iklan

“Awalnya kapal berjalan pelan. Namun mendekati OPL antara Malaysia dan Indonesia, kapal berjalan kencang. Kapal hilang keseimbangan dan terbalik di Perairan Tanjung Bembang, Batu Besar, Kepulauan Riau,” jelasnya.

Berdasarkan hasil identifikasi, seluruh TKI tersebut telah melampaui izin tinggal (overstay) di Malaysia. Sehingga pulang dengan melewati jalur ilegal. “Kapal tidak memiliki dokumen dan manifes (data penumpang). Rata-rata penumpang merupakan WNI overstay di Malaysia,” ungkapnya.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, BP3TKI Mataram membuka posko informasi di dua tempat, yakni UPP BP3TKI Mataram, Jalan Adi Sucipto No 9 Ampenan dan di LTSP Provinsi NTB Jalan Mahoni No 1 Mataram. Crisis Center 0370 643866 juga dibuka bagi warga NTB yang ingin memperoleh informasi terkait korban.

Dari informasi awal, terdapat korban baik selamat maupun meninggal berasal dari Lombok Timur dan Lombok tengah. Oleh sebab itu, BP3TKI Mataram melakukan koordinasi lintas sektoral bersama BNP2TKI, BP3TKI Tanjung Pinang, Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah, terkait perkembangan informasi.

“Arahan dari Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, bahwa BNP2TKI beserta jajarannya di daerah melalui BP3TKI akan terus mengawal penyelesaian musibah ini hingga tuntas. Termasuk memulangkan korban selamat dan meninggal dunia ke keluarga masing-masing,” imbuhnya.

  Digagalkan, Pengiriman Tiga WNI Asal NTB ke Suriah

Berikut Informasi terakhir (Sabtu, pukul 15.00 Wita) yang didapat langsung dari Batam. Dari 101 (98 WNI dan 3 ABK) yang menjadi korban yakni 41 orang ditemukan selamat (25 orang berasal dari NTB). 54 orang ditemukan meninggal, 6 orang masih dalam proses pencarian.

Dari 54 Jenazah yang ditemukan sudah teridentifikasi sebanyak 12 jenazah dengan rincian, NTB 5 orang, Jawa Timur 3 orang, Jawa Tengah 2 orang, Lampung 1 orang dan Batam 1 orang. Dari 12 jenazah 1 jenazah asal batam sudah dipulangkan pada keluarga korban, Jumat, 4 November 2016.

Sementara 11 jenazah lainnya dipulangkan pada Sabtu, 5 November 2016.

“Untuk biaya pemulangan jenazah dari Batam hingga daerah asal, menggunakan anggaran BNP2TKI Pusat,” ucapnya.

Untuk Provinsi NTB pemulangan Jenazah dari LIA ke alamat asal WNI dilakukan oleh BP3TKI Mataram bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah.

“Sementara untuk korban selamat proses pemulangan masih menunggu koordinasi dengan Tim BNP2TKI di Batam. Dikarenakan korban masih dimintai keterangan Polda Kepulauan Riau untuk membantu proses identifikasi korban,” tutupnya. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here