Seluruh Guru di Mataram akan Jalani Tes Cepat

Lalu Fatwir Uzali. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan menjadwalkan pembelajaran tatap muka dimulai 5 Januari 2021 mendatang. Sekolah mulai berbenah menyiapkan kebutuhan sarana serta fasilitas lainnya. Memastikan tidak terjadinya klaster baru penyebaran virus corona, semua guru di Mataram akan menjalain pemeriksaan kesehatan cepat virus corona atau rapid test.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali menyampaikan, pihaknya merencanakan tanggal 5 Januari 2021 akan memulai pelaksanaan pembelajaran tatap muka bagi sekolah tingkat TK, SD dan SMP. Akan tetapi, proses ini harus menunggu izin atau rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram. Untuk mengeluarkan rekomendasi perlu dikoordinasikan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). “Saya sudah bicarakan dengan Pak Wali selaku ketua tim gugus tugas. Beliau mau berkoordinasi dengan Forkopimda terkait teknis dan waktunya,” kata Fatwir dikonfirmasi, Senin, 21 Desember 2020.

Secara teknis lanjutnya, sekolah sudah mempersiapkan sarana serta fasilitas penunjang proses pembelajaran. Bahkan, pihaknya telah membentuk tim untuk memastikan pembelajaran di sekolah sesuai protokol kesehatan. Dinas Kesehatan kata Fatwir, menyarankan agar guru di sekolah negeri dan swasta menjalani rapid test.

Teknis pemeriksaan kesehatan menunggu instruksi atau surat imbauan dari Walikota. “Kalau sudah ada imbauan atau instruksi dari Pak Wali langsung kita sampaikan ke semua guru. Pemkot Mataram ingin mengetahui kesehatan guru supaya tidak ada hal – hal yang dipertanyakan,” terangnya.

Jumlah guru mulai dari jenjang TK sampai SMP sekitar dua ribu orang baik di sekolah negeri maupun swasta. Untuk sistem pembelajaran akan diatur berdasarkan kapasitas dan lokasi sekolah. Sekolah besar dan kecil memiliki mekanisme berbeda. Dikbud mengatur dengan sistem giliran dan menggunakan sistem jam. Contohnya, sekolah kecil pembelajaran mulai Senin – Kamis. Sementara, pengaturan jam khusus sekolah besar dan berada di pusat kota. Seperti SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 15 Mataram. “Kita akan atur misalnya SMPN 1 masuk pukul 07.30. SMPN 2 masuk jam 08.00 dan seterusnya. Begitu juga dengan pulangnya,” jelasnya.

Kendati demikian, protokol kesehatan seperti jaga jarak menjadi pekerjaan rumah. Oleh karena itu, kepala sekolah diminta memberdayakan guru, penjaga sekolah, Satpam agar memastikan tidak terjadi kerumunan baik sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. (cem)