Selundupkan Daging Penyu ke Bali, Warga Diamankan Polisi

Selong (Suara NTB) – Aparat Polres Lombok Timur (Lotim) bekerjasama dengan Polsek Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji berhasil mengamankan seorang warga atas nama Usman (43) alamat Dusun Kuang Desa Pulau Kuang Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa. Ia diamankan aparat kepolisian lantaran menangkap dua ekor berukuran besar di Pantai Rambang Desa Surabaya Kecamatan Sakra Timur, sekitar pukul 19.00 Wita, Kamis, 21 Juli 2016.

Saat diamankan, daging dua ekor penyu berukuran besar itu sudah dipotong-potong menjadi beberapa bagian yang rencananya akan dikirim ke Bali.

Dikonfirmasi Suara NTB di Mapolres Lotim, Jumat, 22 Juli 2016, Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Wendi Oktariansyah, SIK, melalui KBO Satreskrim Polres Lotim, Iptu. I Made Sutama menjelaskan, penangkapan dua ekor penyu berukuran besar ini berdasarkan laporan dari masyarakat ke aparat Polsek Labuhan Labuhan Haji. Dalam laporan ke polisi, warga melaporkan adanya pemotongan penyu yang diduga dilakukan dua orang bernama Lalu Muksin dan Dahlan. Di mana, katanya, Lalu Muksin, Dahlan serta salah satu orang lainnya atas nama Iwan diperintah oleh Usman untuk mengambil dua ekor penyu tersebut ke tengah laut perairan Rambang.

Usman, kata Sutama, merupakan orang yang sudah terbiasa membeli ikan dari para nelayan di Pantai Rambang atau di Kabupaten Lotim pada umumnya. Namun, begitu ada permintaan akan kebutuhan daging penyu dari Bali, Usman membeli daging penyu untuk memenuhi permintaan tersebut yang sebelumnya dua ekor hewan langka itu ia ditinggalkan di tengah laut. “Pemilik Penyu ini pak Usman, namun ia memerintah kepada tiga orang itu, (Lalu Muksin, Usman, dan Iwan) untuk mengambil penyu itu ke tengah laut, sekaligus memotong dagingnya menjadi beberapa bagian. Ketika lakukan pemotongan itulah polisi mengamankannya,”sebutnya.

Dari hasil penangkapan, sejumlah barang bukti (BB) berupa daging penyu sebanyak lima karung itu langsung dibawa ke Mapolres Lotim walaupun kemudian daging satwa dilindungi ini dikubur oleh aparat kepolisian. Sedangkan, Usman selaku pemilik dari penyu sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat kepolisian Polres Lotim.

Dari keterangan Usman, kata Sutama, tindakan membeli dan memotong dua ekor penyu yang kemudian rencananya akan dikirim ke Bali itu merupakan tindakan yang pertama kali ia lakukan. Adapun, atas perbuatan yang dilakukan itu, Usman dijerat dengan Pasal 21  ayat (2) huruf 2 UU RI No 5 Tahun 1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA). “Pemiliknya masih dalam pemeriksaan, untuk sementara ia mengaku tindakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan,” pungkas Sutama. (yon)