Selisih Tipis, Pilkada Sumbawa Paling Menegangkan di NTB

Ilustrasi rekapitulasi data perolehan suara.(Gambar oleh StockSnap dari Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Perolehan hasil sementara Pilkada Kabupaten Sumbawa memperlihatkan hasil yang berbeda dengan enam kabupaten/kota lainnya yang menggelar Pilkada 2020 di NTB.

Pemicunya, tak lain karena selisih perolehan suara yang sangat tipis untuk posisi pemenang Pilkada Sumbawa. Berdasarkan data sementara, dua paslon bersaing ketat untuk meraih kepemimpinan Kabupaten Sumbawa, yaitu pasangan Drs. H. Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany, S.Pd, M.Pd (Mo-Novi) dengan pasangan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P dan Ir. H. Mokhlis, M.Si (Jarot Mokhlis).

Iklan

Kondisi tersebut kemudian membuat kedua kubu saling mengklaim diri sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Sumbawa 2020. Kubu Mo-Novi mengklaim kemenangan tipis dari Jarot- Mokhlis versi quick count dan real count internalnya. Begitu juga sebaliknya pihak Jarot- Mokhlis mengklaim diri menang tipis versi quick count dan real count internalnya.

Ketua Desk Pilkada DPD Partai Gerindra NTB, Ali Utsman Ahim mewakili kubu Jarot- Mokhlis, kepada Suara NTB, Kamis, 10 Desember 2020 menyampaikan bahwa berdasarkan data real count yang sudah tuntas diolah oleh pihaknya, menunjukkan posisi Jarot- Mokhlis sebagai peraih suara terbanyak Pilkada Sumbawa.

“Jarot- Mokhlis positif pemenangan pilkada Sumbawa setelah kami menuntaskan rekapitulasi perolehan suara internal kami hari ini. Meskipun memang selisihnya sangat tipis dari pasangan Mo-Novi, kalau tidak salah sekitar 0,4 persen bedanya,” ucap Ali.

Dengan telah tuntasnya proses rekapitulasi internal tersebut, Ali pun mengkritik kubu Mo-Novi yang terlalu dini mengumumkan kemenangannya. Pasalnya hal tersebut dilakukan beberapa saat setelah proses penghitungan suara usai. Data quick count yang digunakan Mo-Novi untuk mengklaim kemenangannya juga disorot oleh kubu Jarot- Mokhlis.

“Kalau menurut saya, klaim kemenangan Mo-Novi tersebut sangat prematur. Karena data yang digunakan data mentah, hasil quick count, padahal hasil real count kami, Jarot- Mokhlis lah yang unggul. Ini sengaja dilakukan untuk menggiring opini publik, saya kira cara-cara seperti itu sudah biasa dilakukan, kita tahu itu,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ali pun menyerukan kepada para pendukung Jarot- Mokhlis dan masyarakat Sumbawa agar tidak cepat terprovokasi oleh penggiringan opini publik yang dilakukan oleh kubu Mo-Novi. Ali kemudian meminta kepada semua pihak untuk bersabar menunggu hasil perhitungan resmi KPU.

Ditempat terpisah, Ketua tim pemenangan Mo-Novi, Sembirang Ahmadi juga mengkalim kemenangan Pilkada Sumbawa. Berdasarkan hasil quick count dua lembaga yang digunakan yakni Olat Maras Institut (OMI) dan MY Institut. Posisi Mo-Novi unggul 1 persen lebih dari Jarot- Mokhlis.

“Kalau kita unggul 1 persen lebih. Dua lembaga survei yang lakukan quick count menempatkan kami berada di posisi teratas. MY Institut dan OMI. Kami percaya quick count ini belum pernah meleset. Jadi, Insya Allah kami yakin hasil quick count ini akan nyata pada saat perhitungan resmi dari KPU,” ucap Sembirang.

Saat disinggung soal paslon nomor 5 yakni Jarot- Mokhlis yang juga mengklaim unggul, Sembirang menyatakan hal terebut dinilainya wajar dan sah-sah saja selama belum ada keputusan resmi dari KPU. “Saya kira itu sah-sah saja, kita tunggulah (keputusan KPU). Intinya, kita tunggu dan kita hormati proses perhitungan di tingkat penyelenggara, dan begitu juga kita tetap awasi bersama-sama,” tandasnya.

Data hasil quick count daru MY Institute, menunjukkan pasangan Mo-Novi memperoleh suara sebesar 25,27 persen, dengan selisih tipis dari paslon Jarot-Mokhlis yang memperoleh 24,89 persen. Kemudian dari lembaga survei OMI, sendiri Mo-Novi masih unggul dengan perolehan suara 25,16 persen, dan Jarot-Mokhlis meraih 24,43 persen. (ndi)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional