Selidiki Kasus Pemotongan JKN, Belasan Saksi Diperiksa Polisi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Penanganan kasus dugaan pemotongan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pegawai Puskesmas Maronge, Kecamatan Maronge, terus berlanjut. Dalam kasus ini, belasan saksi telah dipanggil dari Puskesmas setempat guna dimintai keterangan. Polisi masih akan memeriksa puluhan saksi lainnya dalam menyelidiki kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson, SH, SIK yang dikonfirmasi Sabtu, 26 Agustus 2017 lalu menyebutkan, pihaknya sudah memeriksa 14 saksi dari Puskesmas setempat. Terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), tenaga kontrak, dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Dimana dalam menyelidiki kasus ini ada puluhan saksi yang akan dimintai keterangan.

Iklan

Rencananya, pihaknya kembali memeriksa saksi lainnya pada Selasa mendatang. “Rencananya hari Selasa kami akan memeriksa saksi lainnya,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya masih perlu melihat unsur perbuatan dalam kasus ini. Apakah pemotongan dilakukan untuk memperkaya diri sendiri atau untuk hal lainnya. Karena sebelumya pihaknya hanya mendapat laporan mengenai dugaan pemotongan sehingga ditindaklanjuti. Dimana yang bisa menerima dana JKN tersebut hanya PNS, tenaga kontrak dan PTT yang bekerja atau di SK-kan di Puskesmas setempat.

“Kan dilihat unsur perbuatannya dulu, apakah untuk memperkaya diri sendiri atau untuk apa. Karena sebelumnya ada laporan sehingga kita tindaklanjuti,” kata Ericson.

Dijelaskan Ericson, dari pemeriksaan yang dilakukan, saksi mengakui adanya potongan JKN tersebut. Sebelum dilakukan pemotongan, terlebih dahulu sudah dibicarakan dalam miniloka karya. Namun bukti tertulis mengenai kesepakatan, tidak tercantum dalam notulen rapat. Adapun potongan tersebut dipergunakan untuk membayar tenaga sukarela.

Jika hal itu benar adanya, maka niat yang dilakukan sudah baik. Sehingga untuk kelanjutan kasus akan diserahkan ke pimpinannya utuk dilakukan pembinaan. Tetapi jika untuk memperkaya diri sendiri, maka pihaknya akan meningkatkan penanganan kasus ke tahap selanjutnya. Hal ini pun akan dibicarakan dengan tim Saber Pungli, baik pihak kejaksaan, Inspektorat dan lainnya.

“Nanti akan kita panggil tim, baik Kejaksaan, Inspektorat dan lainnya. Akan kita lihat apakah bisa dilanjutkan ke penyidikan atau kita serahkan ke atasannya untuk melakukan pembinaan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pegawai Puskesmas Maronge, Kecamatan Maronge tahun 2017 diduga dipotong. Adanya dugaan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima pihak kepolisian.

Dari informasi, pemotongan dana dilakukan oknum setempat sebesar 20 persen dari masing-masing pegawai penerima JKN. Dalam hal ini ada puluhan penerima JKN di Puskesmas setempat. Beberapa lalu pihak kepolisian turun melakukan pengecekan. Meskipun tidak ada oknum yang diamankan, tetapi polisi mengamankan sejumlah dokumen. (ind)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional