Seleksi Terbuka Kepala OPD

Pemprov NTB akan melakukan seleksi terbuka terhadap sejumlah jabatan eselon II yang lowong. Pascamutasi pejabat eselon II, Kamis, 21 Januari 2021, jabatan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kadisnakeswan) dan Direktur RSUD NTB menjadi lowong.

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., menjelaskan akan ada tiga lagi jabatan eselon II yang akan lowong. Karena pejabat eselon II tersebut akan segera beralih ke jabatan fungsional widyaiswara.

Iklan

“Ada mekanisme nanti (pengisiannya). Pak Gubernur tadi menyampaikan ada tiga lagi pejabat yang akan segera turun SK widyaiswara. Akibat turunnya SK ini, akan terjadi peralihan (mutasi) lagi. Maka, ada proses pengisian melalui Pansel,” kata Gita dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 21 Januari 2021.

Tiga pejabat eselon II yang akan beralih menjadi pejabat fungsional widyaiswara antara lain Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Aparatur, Politik, Hukum dan Pelayanan Publik, Dr. M. Agus Patria, S.H., M.H. Kemudian, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Drs. H. Lalu Syafii, M.M., dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda NTB, Ir. Andi Pramaria, M. Si.

“Dalam waktu tidak terlalu lama lagi, Pertek sudah turun. Insya Allah tiga pejabat lagi akan segera menyusul menjadi widyaiswara. Dengan kondisi seperti itu, maka akan terjadi lagi proses mutasi mengisi kekosongan dan jabatan-jabatan baik eselon III dan IV yang ditinggalkan memasuki masa usia pensiun atau promosi ke eselon II melalui proses Pansel yang segera akan dilakukan,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai jabatan Kadisnakeswan dan Direktur RSUD NTB yang dibiarkan lowong. Apakah tidak akan berpengaruh terhadap pelaksanaan program-program prioritas seperti program 1.000 desa sapi dan food estate atau lumbung pangan di Labangka.

Kemudian penanganan Covid-19 di RSUD NTB di tengah semakin meningkatnya jumlah kasus positif. Sekda mengatakan birokrat bekerja dengan sistem yang sudah terbangun.

“Birokrat itu bekerja by sistem, bukan by person. Sistem itu mereka bangun. Dan tentu pimpinan itu boleh datang dan pergi. Kalau sistemnya sudah baik, ndak ada gangguan,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. Muhammad Nasir yang dikonfirmasi Suara NTB mengatakan untuk sementara dua OPD tersebut dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Di mana, Plt Direktur RSUD NTB sementara dijabat Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A. Sedangkan Plt Kadisnakeswan NTB dijabat Khairul Hadi yang merupakan salah satu kepala bidang di OPD tersebut. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional