Seleksi Guru Honorer SMA/SMK Tak Kunjung Dilakukan, Ini Alasan BKD

Mataram (suarantb.com) – Seleksi guru dan pegawai honorer yang dijanjikan Pemerintah Provinsi NTB tak kunjung dilakukan. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, H Fathurrahman menjelaskan tertundanya seleksi ini karena alasan tengah mengkaji kebolehan dilakukannya pengangkatan pegawai.

“Masih kita bicarakan dengan Dikbud, kita masih mengkaji dulu sejauh mana kebolehan pengangkatan itu. Karena sampai saat ini belum ada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) aturannya itu, yang dikeluarkan oleh UU kan baru manajemen pegawai lulus seleksi (PLS) saja,” ungkapnya ditemui, Senin, 23 Oktober 2017.

Iklan

Fathur belum mengetahui apakah secara aturan akan diperlakukan seperti P3K. Sementara secara aturan semenjak PP 48 tahun 2005 secara otomatis BKD tidak diperbolehkan dan tidak punya peran lagi untuk pengangkatan pegawai kontrak.

“Statusnya kan pegawai kontrak, makanya ini sedang kita bicarakan dengan Dikbud. Karena secara teknis dan anggaran juga memang ada di Dikbud. Tapi pelaksanaannya nanti tidak ada masalah di BKD. Nanti masalah SK juga gampang, tinggal tanda tangan Pak Gubernur,” katanya.

Sistem pembayaran gaji honorer ini pun menjadi pertimbangan Fathur. Apakah akan diterapkan pembayaran gaji bulanan sesuai UMP atau berdasarkan jam pelajaran (JP) dari masing-masing guru.

“Masih kita kaji dua opsi itu apakah sistem UMP atau JP. Yang penting dia digaji secara tetap kan, itu yang kita juga kaji. Artinya kalau dengan jam pelajaran mungkin lebih adil gitu, jangan nanti dia mengajar atau tidak mengajar dia dapat honor gitu kan,” imbuhnya.

Meski dibayar dengan hitungan JP, diperkirakan gaji yang diperoleh bisa di atas Rp 1 juta. “Kalau dia dengan gaji UMP nanti jadi perlu dipikirkan jam pelajaran di masing SMA itu sama atau tidak. Akan jadi persoalan nanti di masing-masing guru dia mengajar tidaknya,” sahutnya lagi.

Ditanya tentang kepastian diadakannya seleksi guru honorer ini, Fathur belum bisa memberikan jawaban. “Masih dikaji, belum ada keputusan akhir, insya Allah didoakn saja kan gitu,” jawabnya. (ros)