Seleksi CPNS, Satu Peserta SKB Positif Covid -19

Peserta SKB yang menjalani rapid test di RSUD Kota Mataram. Dari hasil pemeriksaan satu orang positif Covid-19. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Salah satu peserta seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Lingkup Pemkot Mataram dinyatakan positif terpapar virus Corona. Pelaksanaan seleksi akan dijadwal ulang oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menyampaikan dari hasil pemeriksaan kesehatan cepat Covid-19 atau rapid test pada Senin – Selasa (14-15/9), enam orang dinyatakan reaktif. Dan, satu orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Iklan

Satu peserta SKB positif Covid-19 mengambil formasi tenaga kesehatan (perawat,red). Menurutnya, peserta SKB yang reaktif tidak memiliki gejala apapun, sehingga diminta untuk isolasi mandiri selama 10 hari. “Dari penjelasan dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan justru yang non reaktif ini lebih berbahaya daripada yang reaktif. Non reaktif tidak kita ketahui positif atau tidak,” kata Nelly dikonfirmasi, Kamis, 17 September 2020.

Disampaikan Nelly, BKN telah mengeluarkan surat edaran bahwa meminta kabupaten/kota melaporkan peserta SKB yang positif Covid-19. Pelaksanaan seleksinya dijadwalkan kembali dan akan dititip ke Unit Pengelolaan Teknis (UPT) BKN. Menurutnya, kebijakan BKN ini sangat tepat, karena mempertimbangkan psikologi peserta yang akan mengikuti seleksi. “Iya bagus juga. Gimana ayo kalau harus dikawal oleh tim kesehatan datang ke lokasi test dengan APD lengkap,” ucapnya.

Sedangkan, enam peserta SKB yang reaktif tetap mengikuti seleksi tapi menggunakan ruangan berbeda. Nelly bersyukur dikeluarkannya surat edaran oleh BKN. Pasalnya, panitia seleksi CPNS merasa was-was apabila peserta SKB positif mengikuti seleksi secara bersamaan. Risiko tertular virus Corona bisa saja terjadi. “Syukurlah ada aturan itu. Jadi kita tidak parno,” jawabnya lega.

Sebelum pelaksanaan test, pihaknya bersama Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kejaksaan, Kepolisian serta Inspektorat akan melakukan simulasi pada Jumat, 18 September 2020 (hari ini). Simulasi berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan seleksi. Selain itu,pihaknya juga akan memastikan kesiapan ruangan khusus bagi peserta SKB reaktif.

Seperti diketahui, sejumlah 619 peserta SKB menjalani rapid test tanggal 14-16 September di RSUD dan 11 puskesmas di Kota Mataram. Nelly mengaku, keseluruhan hasil rapid test belum diterima dari RSUD Kota Mataram. “Hasil hari terakhir belum diberikan dari rumah sakit,” demikian kata Nelly. (cem)