Seleksi CPNS, Pelamar yang Positif Covid-19 Tidak Digugurkan

Mataram (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Dinas Kesehatan Kota Mataram tengah menyusun jadwal pemeriksaan kesehatan swab antigen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pelamar yang dinyatakan positif coronavirus disease atau Covid-19 tidak digugurkan.

Kepala BKPSDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menegaskan, keputusan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bahwa pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) di Kota Mataram ditetapkan tanggal 27 September mendatang.

Iklan

Penetapan jadwal ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dikes mempersiapkan skenario atau jadwal swab antigen. Sementara, BPBD mendukung dari aspek penyediaan masker, penyemprotan cairan disinfektan dan lain sebagainya. “Rapid antigennya H – 1 SKD. Misalnya, kita mulai 27 September berarti peserta tes hari itu harus sudah tes tanggal 26 September,” terang Nelly dikonfirmasi pekan kemarin.

Apabila hasil pemeriksaan swab antigen diantara peserta SKD dinyatakan positif, pihaknya langsung mendata dan melaporkan hasilnya ke BKN untuk dibuatkan jadwal SKD susulan. Artinya, pelamar tidak otomatis digugurkan karena mereka memiliki hak sama untuk mengikuti seleksi dalam kondisi apapun. “Tidak digugurkan otomatis. Kita jadwalkan ulang dan mereka akan tes di UPT BKN,” terangnya.

Pelaksanaan rapid antigen akan disebar di 12 fasilitas kesehatan milik Dinas Kesehatan. Skenarionya 240 orang peserta SKD disebar di 12 faskes tersebut. Diprediksi, pelayanan swab antigen bisa rampung selama satu jam.

Adapun ruang khusus yang disiapkan pada hari pelaksanaan SKD hanya berlaku bagi pelamar dengan suhu badan di atas 37 derajat celcius. “Beda halnya kalau yang positif itu langsung dilaporkan oleh Dikes dan kita rekap untuk dilaporkan ke BKN,” tambahnya.

Secara keseluruhan pelamar CPNS di Kota Mataram mencapai 2.567 orang. Setelah diperiksa dokumen atau persyaratan sejumlah 2.318 pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi dan 249 dinyatakan tidak memenuhi standar. Namun terjadi penambahan jumlah pelamar lulus seleksi administrasi menjadi 2.334 orang. Setelah 16 orang dinyatakan memenuhi syarat pasca mengajukan sanggahan. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional