Seleksi CPNS, Lobar Tak Gratiskan Rapid Antigen

H. Baehaqi (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) tidak memprogramkan gratis swab atau rapid antigen bagi peserta yang ikut tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tidak seperti yang diberlakukan beberapa daerah yang menggratiskan swab antigen bagi peserta yang berasal dari daerah setempat.

Hal ini pun dipertanyakan oleh warga yang ikut tes SKD yang digelar besok (Kamis, red). Mereka berharap agar Pemkab menggratiskan biaya swab antigen. Hasil serapan media di berbagai media sosial, baik Facebook, Instagram milik akun resmi Pemkab Lobar, warga menanyakan kenapa Pemkab tidak memperlakukan kegiatan itu. “Assalamualaikum, warga Lobar Bagaimana? Apakah saya dari Lobar bisa gratis (swab atau rapid antigen),” tanya beberapa peserta.

Iklan

Menjawab itu, Sekda selaku ketua Tim Pansel CPNS kabupaten Dr H Baehaqi mengatakan terkait program swab antigen yang digratiskan, di Lobar memang tidak diprogramkan. “Karena mereka (daerah lain) programkan itu. Di kita kan ndak ada. Jadi tidak bisa tiba-tiba kita programkan,” terang Sekda, Rabu, 1 September 2021. Pihaknya sendiri sudah membahas hal ini bersama OPD yang terlibat dalam tim Pansel. Termasuk ikut juga Dikes.

Kepala Bidang P3KL Dikes Lobar, dr. H Ahmad Taufiq Fathoni mengaku memang tidak ada kebijakan terkait program gratis swab antigen bagi peserta tes SKD. “Ndak ada kebijakan kayak begitu (gratis swab antigen),” kata Fathoni. Kenapa rapid antigen yang dipersoalkan?, Padahal para peserta sendiri mau membayar untuk membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Rapid antigen ini hanya boleh dilakukan oleh petugas yang tracking. Untuk perjalanan saja, kata dia tidak boleh digratiskan. Sehingga sulit dibijaksanai.  Karena rapid antigen ini juga dikontrol oleh pusat. Tapi kenapa di daerah lain bisa? Menurut dia, pihaknya mengacu aturan saja. Karena kalau melakukan gratis rapid antigen, dikhawatirkan melanggar sehingga menjadi temuan.

Sementara itu kepala BKD dan PSDM Lobar, Syahrudin mengatakan pelaksanaan tes SKD sesuai jadwal dilaksanakan tanggal 2-13 September. Senin, 6 September 2021, dilakukan seremonial pelaksanaan tes SKD dihadiri Sekda. “Tahap pertama ini empat sesi, sebanyak 180 orang. Satu sesi diikuti 45 orang,” sebut dia. Terkait persiapan di lapangan sudah siap. Termasuk untuk tempat tes bagi peserta yang menjalani isolasi dan hasil rapid atau swabnya reaktif. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional