Seleksi CPNS, 14 Pelamar Ikuti SKB di Luar Mataram

Seorang pengendara melintas di ruas jalan depan SMKN 3 Mataram, Selasa, 4 Agustus 2020. SMKN 3 telah ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan SKB penerimaan CPNS di Lingkup Pemkot Mataram. Dari 619 peserta, 14 di antaranya telah memilih lokasi tes di luar Kota Mataram. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pelamar mulai daftar ulang untuk mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Empat belas di antaranya memilih tes di luar Kota Mataram. Pelaksanaan yang dijadwalkan September harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin mengungkapkan, lokasi pelaksanaan SKB telah ditetapkan di SMKN 3 Mataram di Jalan Pendidikan, Kelurahan Dasan Agung Baru.

Iklan

Dari 619 peserta lolos SKB terdapat 14 pelamar yang memilih ikut SKB di luar Kota Mataram. Mereka berasal dari Aceh, Jakarta, Surabaya, Lampung, Jawa Timur, Bandung dan Semarang. “Jadi 14 orang ini akan ikut tes di Kanreg BKN terdekat,” kata Muja ditemui Selasa, 4 Agustus 2020.

Pelamar yang memilih tes di luar daerah pendaftaran akan dikonsolidasikan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Muja menambahkan, pihaknya sudah mulai menerima daftar ulang. Tercatat 303 pelamar telah registrasi ulang dan memilih lokasi tes. Dan, 303 pelamar belum memilih.

Pelaksanaan seleksi di tengah pandemi Covid-19 telah dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, untuk persiapan tempat sesuai standar protokol kesehatan. “Kita sudah bersurat ke BPBD,” ucapnya.

Pencetakan kartu peserta SKB dimulai tanggal 8 Agustus. Belum berani dipastikan tanggal pelaksanaan seleksi. Biasanya kata Muja, BKN akan mengirimkan jadwal setelah seluruh peserta telah mencetak kartu ujian. Sebagai antisipasi penyebaran virus Corona, pelamar diwajibkan melampirkan surat keterangan sehat atau non reaktif dari fasilitas kesehatan setempat.

Khusus pelamar yang berasal dari Kota Mataram telah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan untuk melaksanakan rapid test gratis. Pelamar dinyatakan reaktif akan ditempatkan di lokasi khusus. “Pokoknya pelamar wajib pakai masker. Sarung tangan. Jarak diatur dan jumlah peserta sebelumnya 100 dikurangi jadi 50 atau 40 setiap sesi,” demikian kata dia. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here