Seleksi CPNS, 128 Pelamar Langsung Gugur

Satu persatu pelamar calon pegawai negeri sipil di Lingkup Pemkot Mataram diperiksa kelengkapan dokumen seperti kartu ujian, KTP dan surat keterangan bebas Covid-19 oleh panitia sebelum mengikuti SKD pada Selasa, 5 Oktober 2021. Sejumlah 128 pelamar gugur dan satu orang mengikuti SKD susulan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Lingkup Pemkot Mataram memasuki hari sembilan. Sejumlah 128 orang pelamar langsung dinyatakan gugur. Sedangkan, satu orang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 mengikuti SKD susulan.

Data dihimpun Suara NTB, hingga Selasa, 5 Oktober 2021 menunjukkan, peserta SKD yang tidak hadir pada hari pertama 16 orang. Jumlah ini bertambah pada hari kedua menjadi 17 orang. Hari ketiga, 14 orang. Hari keempat 25 orang dan satu orang positif Covid-19. Hari keenam 14 orang. Hari ketujuh yang tidak hadir 12 orang dan hari kedelapan 28 orang.

Iklan

Semakin banyaknya pelamar CPNS yang tidak hadir mengikuti SKD membuat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati sempat heran. Padahal, pihaknya berusaha secara maksimal menginformasikan kepada para peserta jadwal serta tata cara pelaksanaan tes.

Saat pelaksanaan tes justru ada kejelasan. “Saya juga heran kok setiap hari malah tambah banyak yang tidak hadir. Apa mungkin mereka iseng – iseng melamar atau malah lebih dulu menyerah sebelum berperang,” kata Nelly dikonfirmasi, Selasa, 5 Oktober 2021.

Ketidakhadiran peserta tidak diketahui alasan yang jelas. Nelly menduga, pandemi Covid-19 bisa saja menjadi alasan utama pelamar, sehingga takut untuk memeriksakan kesehatan atau swab antigen sesuai persyaratan. “Kita sih menduga mereka takut di swab,” ujarnya.

Dari hari pertama sampai hari kedelapan tercatat 128 pelamar CPNS tidak hadir. Secara otomatis langsung didiskualifikasi atau gugur. Sementara, satu orang pelamar dinyatakan positif Covid-19 telah disetujui oleh Badan Kepegawaian Negara untuk mengikuti SKD susulan. Yang bersangkutan diberikan kesempatan mengikuti tes pada Kamis, 7 Oktober 2021 sesi kedua. Sebelum tes diwajibkan swab antigen ulang. Jika dinyatakan negatif setelah isolasi mandiri selama 10 hari baru diperbolehkan mengikuti SKD. “Nanti dia tes sendiri di dalam ruangan. Dari BKN dan panitia di sini juga ikuti mengawasi,” demikian kata Nelly. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional