Selangkah Lagi, Selly Andayani Jadi Komisaris Independen Bank NTB Syariah

Hj. Putu Selly Andayani (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah komisaris di Bank NTB Syariah akan bertambah. Satu orang usulan penambahan adalah pensiunan ASN lingkup Pemprov NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si. Mantan Calon Walikota Mataram ini sudah mencuat namanya dalam RUPS Bank NTB Syariah Apri 2021 ini. Pemegang saham pengendali (Pemprov NTB) ingin menambahkannya dalam struktur organisasi di PT. Bank NTB Syariah. Hj. Selly diusulkan sebagai komisaris independen.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Hj. Eva Dewiyani menjawab Suara NTB di Mataram, Kamis, 16 September 2021 menjelaskan, penambahan jumah komisaris Bank NTB Syariah adalah pertimbangan pemegang saham pengendali dan bersama pemegang saham lainnya. Setelah diusulkan dalam RUPS lalu, kemudian berproses, Nama Hj. Selly bahkan disebut-sebut sudah selesai dilakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and propertest) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Iklan

“Hasil fit and propertest OJK sudah diterima oleh Bank NTB Syariah. Dan untuk resminya, harus dilakukan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham),” katanya. Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo ditempat berbeda, juga kepada Suara NTB menegaskan pihaknya benar sudah menerima hasi uji kepatutan dan kelayakan dari OJK pusat. Saat ini nama Hj. Selly sudah diproses untuk persetujuan pemegang saham.

Bank NTB Syariah secepatnya akan melakukan RUPS untuk mengesahkan nama Hj. Selly sebagai komisaris independen. Mengapa diperlukan penambahan komisaris? H. Kukuh mengatakan, sejak konversi dari bank konvensional menjadi bank syariah penuh, Bank NTB Syariah bertumbuh melejit secara bisnis. Hal itulah yang dirasa oleh dewan pengawas bank untuk dilakukan penambahan komisaris.

“Memang bank ini pertumbuhannya semakin besar. Sehingga untuk mengawali dan mengasai kinerja bank, maka dewan pengawas memandang perlu penambabahan komisaris,” demikian Kukuh. Seperti diketahui, saat ini Bank NTB Syariah sudah memiliki empat komisaris. Masing-masing adalah Zainal Fanane sebagai Komisaris Utama. Dan tiga komisaris lainnya adalah Muhammad Nur, Muslihun, dan Nasihuddin. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional