Selangkah Lagi, Pathul-Nursiah Pimpin Loteng

Saksi paslon dan Komisioner KPU Loteng memeriksa logistik Pilkada Loteng saat pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten yang berlangsung hingga Kamis, 17 desember 2020 . (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Pasangan H.L. Pathul Bahri, S.IP., – Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., tinggal selangkah lagi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng). Setelah dalam rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng yang digelar hingga Kamis, 17 Desember 2020, pasangan nomor urut 4 berhasil mengumpulkan perolehan suara tertinggi. Pasangan ini memperoleh 199.299 suara dan unggul jauh dari pasangan nomor urut 3, H.Masrun, S.H., – H. Habib Ziadi, dengan 153.391 suara.

Adapun pasangan nomor urut 2, Ahmad Ziadi, S.I., – Ir. L. Aswatara berada di posisi ketiga dengan perolehan sebanyak 83.620 suara diikuti pasangan nomor urut 1, Ir. Hj. Lale Prayatni – H. Sumum, S.H.S.Pd.M.Pd., dengan perolehan 67.258 suara dan pasangan nomor urut 5, Drs. H.L.Saswadi, M.M., – Ir. H. Dahrun, M.M., 16.972 suara.

Dengan begitu pasangan Pathul-Nursiah kini tinggal menunggu penetapan pemenang Pilkada Loteng oleh KPU Loteng sebelum dilantik sebagai Bupati dan Wabup Loteng periode 2021-2025. “Proses penetapan perolehan suara hasil Pilkada Loteng sudah kita lalui. Tinggal proses penetapan pemenang Pilkada Loteng. Dan, itu menunggu proses di Mahkamah Konstitusi (MK), soal ada atau tidak gugatan yang masuk,” ungkap Ketua KPU Loteng, L. Darmawan, Kamis, 17 Desember 2020.

Dikatakannya, rapat pleno rekapitulasi perolehan suara bukanlah akhir dari tahapan pilkada. Masih ada tahapan selanjutnya, berupa penetapan pemenang pilkada serta pelantikan kepala daerah. Tapi dengan tuntasnya rapat pleno rekapitulasi perolehan, pemenang Pilkada Loteng sudah terlihat.

Proses rekapitulasi perolehan suara sendiri berlangsung alot sejak Rabu, 16 Desember 2020, sehingga rapat yang sedianya direncanakan hanya dilaksanakan sehari harus molor hingga Kamis dini hari menjelang pukul 02.00 Wita. Sejumlah persoalan dan dugaan pelanggaran diungkap para saksi pasangan calon kepala daerah, sehingga memicu perdebatan panjang di setiap sesi rapat pleno.

Beberapa persoalan yang muncul diantaranya dugaan anak di bawah umur di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Pujut yang menggunakan hak pilih. Bahkan tidak hanya satu, tapi diduga sampai empat orang.

Kemudian ada juga temuan dari Bawaslu Loteng soal pemilih yang menggunakan hak pilih lebih dari dua kali. Temuan tersebut di tiga TPS di Desa Barabali. Masing-masing di TPS 25, 26 dan 27. Kasus tersebut kini masih ditangani Bawaslu Loteng. “Persoalan atau pengaduan yang belum tuntas akan diselesaikan sesuai mekanisme yang ada,” terang Darmawan.

KPU Loteng membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi pihak pasangan calon jika merasa belum puas dengan hasil perolehan suara. “Semua ada jalurnya. Jika ada yang merasa belum puas dengan perolehan suara bisa menempuh jalur hukum atau prosedur yang sudah diatur sesuai regulasi yang ada,” tandasnya. (kir)