Selangkah Lagi, NTB Bisa Ekspor Langsung Sarang Burung Walet

Baiq Denny Evita Darmiyana. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Tinggal satu langkah, NTB dapat mandiri melakukan ekspor sarang burung walet. Dinas Perdagangan Provinsi NTB sedang melakukan pendampingan agar terbit surat izin Eksportir Terdaftar Sarang Burung Walet (ET-SBW) dari Kementerian Perdagangan RI.

“Kalau sudah dapat ET-SBW, sudah bisa ekspor langsung. Kita sedang dampingi pengusaha sarang burung walet untuk mendapatkannya dari Kementerian Perdagangan,” kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri pada Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Baiq Denny Evita Darmiyana. Untuk mendapatkan ET-SBW ini, lanjut Denny, syaratnya tidak mudah.

Iklan

Tim dari Kementerian Perdagangan RI akan turun langsung melakukan verifikasi kembali kesesuaian dokumen-dokumen pendukung. Tidak hanya dokumen, sarana dan prasarana produksi, hingga kondisi jalan masuk menuju kampung walet juga akan dinilai. “Karena ekspor sarang burung walet tidak mudah. Supaya negara penerima tidak komplain,” ujarnya.

Ekspor sarang burung walet ke negara China misalnya, hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah mendapat pengakuan ET-SBW. Sarang burung walet yang akan diekspor juga harus memenuhi persyaratan telah memenuhi proses seleksi, pencucian, pembersihan dari kotoran, dan pemanasan dalam suhu 70°C atau lebih dalam waktu sekurang-kurangnya 3,5 detik.

Dibungkus dalam kemasan dan dicantumkan label yang memuat Informasi dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa China sekurang-kurangnya mengenai nama dan berat produk, nomor registrasi dan nama produsen peternak walet, nama, alamat, nomor registrasi produsen, persyaratan penyimpanan, tanggal produksi, nomor kontrol veteriner (NKV) dan informasi terkait lainnya.

Produksi sarang burung walet di Provinsi NTB sudah tinggi, pusatnya adalah Kampung Sarang Walet di Desa Kateng, Kabupaten Lombok Tengah. Selama ini selain dijual ke berbagai daerah di Indonesia, juga dijual ke beberapa negara. Misalnya, Singapura, Malaysia.

Karena itu, sementara ET-SBW diterbitkan, Kementerian Perdagangan memberikan arahan agar produksi sarang burung walet ini diekspor melalui mitra-mitra eksportir yang sudah memiliki ET-SBW. “Supaya produksi tidak menumpuk. Sekarang ET-SBW sedang proses, kita harapkan secepatnya terbit,” demikian Baiq. Denny. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional