Selang Sepekan, Bima Kembali Dilanda Kebakaran, 5 Rumah Ludes Terbakar

Kebakaran rumah di Desa Samili Kecamatan Woha, Sabtu, 8 Agustus 2020.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Belum usai duka akibat kebakaran puluhan unit rumah Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima yang terbakar pekan lalu, kini wilayah Kabupaten Bima kembali dilanda bencana kebakaran pada Sabtu pagi, 8 Agustus 2020.

Beberapa unit rumah warga di RT 13 RW 07 Desa Samili Kecamatan Woha ludes dilahap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sedangkan penyebab kebakaran belum diketahui pasti.

Iklan

Sekretaris Desa Samili Kecamatan Woha, M. Akhwan Qusairi S.Sos mengatakan peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 09.00 Wita. Api bersumber dari rumah salah seorang warga setempat dan merambat ke beberapa rumah warga lainnya.

“Belum diketahui penyebab kebakaran karena sedang fokus membersihkan puing-puing sisa kebakaran,” katanya dikonfirmasi Suara NTB.

Ia mengaku kobaran api cepat dipadamkan berkat kerja keras warga setempat dengan menggunakan alat seadanya. Bahkan saat pemadaman ada beberapa unit rumah warga yang terpaksa dirobohkan agar api tidak merambat luas.

“Dipadamkan oleh warga dengan menggunakan alat seadanya,” ujarnya.

Sekdes menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terbakar. Begitupun dengan kerugian material. Namun dipastikan ada sebanyak lima unit yang rusak dan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Masih didata, untuk sementara ada lima unit yang terbakar dengan taksiran kerugian mencapai ratusan juta,” katanya.

Ia menambahkan kebakaran tersebut telah dilaporkan secara lisan kepada Pemerintah Daerah dengan harapan agar memberikan bantuan tanggap darurat kepada korban kebakaran.

“Sudah kami laporkan lisan ke Bupati Bima juga,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melalui Kasubid Penanganan Darurat Bambang Hermawan S. Kom. MM, membenarkan bencana kebakaran tersebut. Kata dia ada lima unit rumah yang terbakar.

“Ada lima unit yang terbakar, yakni milik H. Rukayah, H. Mahmud, Ibrahim Ja’far, Abdollah Jafar dan Syafrudin,” katanya.

Bambang mengaku saat menerima informasi adanya kebakaran, pihaknya langsung menurunkan satu unit Mobil Damkar serta meminta bantuan mobil Damkar Pemerintah Kecamatan Belo, Palibelo Bolo dan Monta untuk membantu pemadaman.

“Di BPBD tidak ada lagi mobil Damkar yang tersisa hanya satu,” ujarnya.

Disamping itu Ia menambahkan pihaknya telah meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Samili agar mendata rumah yang terbakar untuk disampaikan ke BPBD setempat dan selanjutnya bisa diteruskan ke pihak-pihak terkait. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here