Selama Tujuh Bulan, 43 Nyawa Melayang di Jalanan Kota Mataram

Mataram (suarantb.com) – Jumlah kasus kecelakaan lalulintas (lakalantas) di wilayah Mataram dalam kurun waktu tujuh bulan, sejak Januari – Juli 2016 sebanyak 179 kasus. Dari total jumlah kasus lakalantas tersebut, sebanyak 43 korban meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Lantas Polres Mataram melalui Kanit Laka, Ipda Made Sugiarta SH saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 16 Agusutus 2016.

Iklan

“Iya, sebanyak 43 korban meninggal, dan 205 mengalami luka ringan. Untuk luka berat sementara ini tidak ada,” ungkap Sugiarta.

Pada bulan Januari 2016 terjadi 27 kasus lakalantas dengan total meninggal dunia sebanyak enam orang, dan luka ringan sebanyak 30 orang. Februari terjadi 26 kasus, lima orang meninggal dan luka ringan sebanyak 31 orang. Di bulan Maret terjadi 13 kasus, tiga orang meninggal dan luka ringan sebanyak 13 orang.

Bulan April sebanyak 31 kasus dengan total meninggal dunia sebanyak lima orang, dan luka ringan sebanyak 34 orang. Mei sebanyak 23 kasus, dengan total lima korban meninggal dan 27 luka ringan.

Juni sebanyak 40 kasus, dengan total meninggal dunia sebanyak 15 orang, dan 45 luka ringan. Juli sebanyak 19 kasus, dengan total meninggal sebanyak empat orang, dan luka ringan sebanyak 25 orang.

“Dari 179 kasus tersebut, total korban meninggal dunia sebanyak 43 orang, dan luka ringan sebanyak 205 orang. Kerugian materil seluruh kasus sebanyak Rp 66.570.000,” jelasnya.

Sementara di tahun 2015 sejak Januari hingga Desember terjadi kasus lakalantas sebanyak 240 kali di wilayah hukum Polres Mataram. Total meninggal dunia sebanyak 58 orang, luka berat satu orang, dan luka ringan 281 orang. Untuk kerugian materilnya berjumlah Rp 84.105.000.

“Jika kita membandingkan pada semester pertama di tahun 2015 dengan semester pertama di tahun 2016, maka terjadi peningkatan di semester ini sebanyak 55 kasus,” sebutnya.

Sugiarta mengimbau agar masyarakat senantiasa tertib berkendara. Saling menjaga toleransi berkendara dan mematuhi aturan lalulintas demi kesalamatan masyarakat.

“Yang terpenting pakai helm untuk pengendara roda dua, dan sabuk pengaman untuk roda empat. Jangan main ponsel saat berkendara, cek kembali kondisi kendaraan,” imbaunya.

Kepada orang tua, pihaknya meminta supaya tidak memberikan fasilitas kendaraan bagi anak di bawah umur. Jika berangkat atau pulang sekolah sebaiknya diantar.

Di sela wawancara, Sugiarta mengimbau agar masyarakat menggunakan prinsip “SADAR” dalam berkendara. Akronim tersebut memiliki arti: Sopan santun dan tertib di jalan. Amankan diri anda saat di jalan. Disiplin berlalulintas, lengkapi surat-surat. Antre di jalan, jangan saling salip di jalan. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here