Selama Puasa, Warung Makan Diawasi Ketat

Warung makan di Jalan Ismail Marzuki, Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaya akan diawasi ketat oleh Satpol PP sepanjang bulan puasa Ramadhan. Warung ini tidak boleh melayani pembeli di tempat, pembeli harus membeli nasi dengan cara dibungkus atau take away. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram akan mengawasi ketat warung dan tempat makan siap saji. Pedagang diberikan keringanan menjalankan aktivitas ekonomi asal tidak melayani di tempat. Jika ditemukan pelanggaran tempat usaha akan ditutup.

Catatan Suara NTB, lapak pedagang di Jalan Ismail Marzuki, Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaya adalah lokasi langganan ditemukan pelanggaran setiap tahunnya. Meski imbauan dipasang, tetapi pedagang tetap melanggar dengan melayani di tempat.

Iklan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengatakan, imbauan akan dikeluarkan oleh Pemkot Mataram bagi pelaku usaha terutama pemilik warung makan, tempat makan siap saji maupun restoran dan kafe untuk tidak secara demonstratif menjalankan aktivitas ekonomi. Kebijakan memberikan kelonggaran dimaksudkan pemerintah agar usaha masyarakat tetap berjalan meskipun selama Ramadhan. “Warung makan tidak boleh secara terbuka. Tempat usahanya ditutup setengah dan tidak boleh melayani di tempat,” kata Mahmuddin dikonfirmasi, Senin, 12 April 2021.

Lapak warung makan di sepanjang jalan Ismail Marzuki adalah lokasi langganan ditemukan pelanggaran selama Ramadhan. Lokasi itu tegas Mahmuddin yang juga Asisten II Setda Kota Mataram akan menjadi tanggungjawab Satpol PP selaku aparat penegak perda. Pihaknya akan mengawasi secara ketat dan tidak segan akan menertibkan. “Ini tanggungjawab Pol PP untuk melakukan tindakan tegas,” ucapnya.

Dalam setiap penindakan pelanggaran, katanya, pemerintah selalu dalam posisi dilematis. Masyarakat terutama pelaku usaha kecil dan menengah berdalih persoalan ekonomi. Meskinya, persoalan ekonomi tidak dijadikan alasan untuk melakukan pelanggaran. Apalagi pemerintah memberikan kelonggaran yang tidak memberatkan masyarakat.

Disampaikan, personel Pol PP selama masyarakat menjalankan ibadah puasa akan patroli secara menyeluruh memantau warung makan, tempat makan siap saji, restoran dan kafe. “Personel Pol PP ada tiga peleton. Nanti secara bergiliran melakukan patroli karena jadwal mereka sehari piket dua hari libur,” jelasnya.

Mahmuddin menegaskan, pedagang maupun pengusaha tetap membandel dipastikan akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Sebagai efek jera tempat usaha akan ditutup. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional