Selama Pandemi Covid-19, Nilai Ekspor Produk Unggulan NTB Capai 4,04 Juta Dolar Amerika

Ilustrasi peti kemas untuk komoditas ekspor.(ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Meskipun dunia dilanda wabah Covid-19, ekspor produk-produk unggulan NTB tetap berjalan. Dinas Perdagangan (Disdag) NTB mencatat, nilai ekspor produk unggulan NTB seperti kopi, mutiara, rumput laut  dan jagung sejak Januari – Mei 2020 mencapai 4,04 juta dolar Amerika.

Sedangkan ekspor barang tambang seperti batu apung dan konsentrat tembaga nilainya lebih dari  62,7 juta dolar Amerika. ‘’Ekspor tetap berjalan untuk memenuhi kuota yang diperjanjikan antara pelaku dengan tujuan ekspor yang difasilitasi Ditjen Fasilitasi Ekspor Kemendag,’’ kata Kepala Disdag NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 1 Juli 2020.

Iklan

Ia merincikan, ekspor produk tambang nilainya sebesar 62,7 juta dolar Amerika. Terdiri dari produk batu apung dengan tujuan ekspor ke China dan konsentrat tembaga dengan negara tujuan Filipina, Korea dan Jepang.

Sedangkan untuk komoditas non tambang atau produk unggulan daerah seperti kopi, mutiara, rumput dan jagung sejak Januari – Mei nilai ekspornya sebesar 4,04 juta dolar Amerika. Fathurrahman menyebutkan, nilai ekspor produk unggulan NTB non tambang tersebut paling besar nilainya pada Mei lalu mencapai 3 juta dolar Amerika.

Fathurrahman menyebutkan, untuk komoditi kopi, sebanyak 445 Kg yang diekspor ke Hongkong senilai 1,4 juta dolar Amerika.  Kemudian jagung sebanyak 6.600.000 Kg ke Filipina senilai 1,56 juta dolar Amerika. Selanjutnya, rumput laut sebanyak 118.800 Kg diekspor ke China senilai 40 ribu dolar Amerika dan mutiara sebanyak 133,09 Kg ke Australia senilai 1,4 juta dolar Amerika.

Mantan Kepala BKD NTB ini menjelaskan, ekspor tak terpengaruh pandemi Covid-19. Karena perjanjian ekspor sudah dilakukan setahun sebelumnya.

‘’Pandemi tak menyurutkan kinerja ekspor. Tapi mungkin bergeser waktunya. Karena pembatasan akibat Covid-19 di negara tujuan,’’ jelasnya.

Fathurrahman menjelaskan, nilai ekspor sebesar 4,04 juta dolar Amerika tersebut yang tercatat Surat Keterangan Asal (SKA) dikeluarkan oleh Disdag NTB. Sebenarnya, masih banyak produk-produk NTB yang juga diekspor ke negara lain melalui Bali dan Jawa Timur seperti manggis dan rambutan.

‘’Tak ada persoalan, yang penting produk kita dibeli. Bali dan Jatim untuk memenuhi kuota ekspornya mereka datangkan dari NTB. Karena kita secara kuantitasnya belum memenuhi kuota ekspor,’’ tandasnya. (nas)