Selama Dua Tahun, Bocah Ini Diduga Kerap Dipukul Ibu Tiri

Mataram (suarantb.com) – Sungguh malang nasib MW (5), bocah perempuan asal Dusun Lentek Desa Rembitan Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. MW diduga menjadi korban kekerasan ibu tiri. Demikian disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi, Rabu, 5 April 2017.

Menurut laporan yang diterima LPA, pelaku yang berinisial N diduga melakukan tindak kekerasan berupa pemukulan pada MW selama dua tahun. Terkuaknya kasus ini diakui Joko berawal dari laporan warga ke KPA Loteng Rabu lalu, tanggal 29 Maret 2017. “KPA Loteng terima laporan kalau ada anak yang dipukuli ibu tirinya sampai anak itu dibawa ke RS,” ucapnya.

Iklan

Menurut Joko tindak kekerasan yang dialami MW berupa pemukulan oleh N dengan kuantitas yang cukup sering. “Salah sedikit dipukul, apa yang ada di dekatnya itu dipakai mukul sama ibunya itu. Sampai luka-lukanya cukup serius hingga dibawa ke RS,” jelasnya.

Anehnya, MW tidak hanya hidup berdua dengan sang ibu tiri tapi bersama ayahnya juga. Tetapi dijelaskan Joko, sang ayah tak bisa mencegah istrinya memukuli anaknya. Bahkan dikatakannya pula ia turut menjadi korban penganiayaan istrinya.

“Ternyata bapak anak tersebut juga dipukul sama ibu itu. Bahkan ada 14 jahitan di tangannya karena dianiaya istrinya,” imbuhnya.

Sebelum tinggal bersama ayah dan ibu tirinya, MW diasuh oleh bibinya pasca perceraian ayah dan ibu kandungnya. Setelah bercerai, ibu kandungnya menghilang tanpa kabar. Selang beberapa waktu, ayahnya kemudian meminta pada bibinya untuk merawat anaknya sendiri.

“Bapaknya ngambil anaknya, karena bukan anaknya maka bibinya tidak bisa menolak. Tapi ternyata setelah dibawa sama bapaknya korban justru mendapat perlakuan kekerasan,” cerita Joko.

Dalam beberapa foto yang beredar di dunia maya, kondisi MW memang terlihat memprihatinkan. Tubuhnya seakan tidak terawat dan badannya dipenuhi bekas luka. Demikian pula perutnya mengalami pembesaran, yang diduga ia juga mengalami gizi buruk.

Akibat perbuatan kejinya ini, tersangka N saat ini telah ditahan di Polsek Pujut. Sementara MW kembali dirawat oleh bibinya. “Kemarin sempat ada wacana anak ini diambil oleh negara. Tapi akhirnya kami kembalikan ke keluarga, karena memang anak terbaiknya itu dirawat oleh keluarga,” tambahnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here