Selama Dua Bulan, Baru 35 Unit Risha Terbangun

Rumah Risha (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penantian ratusan masyarakat untuk segera menempati rumahnya tak bisa terwujud. Selama dua bulan, baru 35 unit rumah instans sederhana sehat (R|isha) rampung. Sementara ratusan unit rumah lainnya tak kunjung dikerjakan.

Kendala yang dihadapi kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Mataram, H.M. Kemal Islam, keterlambatan aplikator menyuplai panel. Hal berpengaruh pada proses pengerjaan rumah. Khusus di Lingkungan Pengempel Kelurahan Bertais, Pokmas bekerjasama dengan aplikator Usaha Mikro Kecil Menengah. Dan, ini telah selesai pengerjaannya.

Iklan

“Ada tambahan satu kelompok terdiri dari lima rumah di sana akan dibangun melalui UMKM,” kata Kemal ditemui, Senin, 19 November 2018.

Akselarasi proses rekonstruksi terus dilakukan. Di antaranya, bekerjasama dengan salah satu Badan Usaha Milik Negara. Perkim membagi pendistribusian panel oleh aplikator. Pembangunan 20 unit Risha di Gontoran ditangani oleh Waskita Karya. Sedangkan, Lingkungan Jangkok dan Tegal ditangani oleh PT. Wijaya Karya.

“Kita sedang menandatangani kerjasama di Jakarta. Itu ada 120 unit rumah di dua lingkungan,” sebutnya.

Selain itu, penyedian panel Risha bekerjasama dengan PT. Pembangunan Urban. Mereka mencetak panel Risha ke Purwakarta. Sebanyak 200 unit panel akan dibawa ke Mataram.

Kemal tak membantah bahwa dua bulan pembangunan hanya sebagian kecil rumah yang rampung. Secara keseluruhan baru 35 unit rumah. Ini terbagi di tiga lingkungan yakni 4 unit di Pagesangan, 11 unit di Pengempel Indah dan 20 unit dalam proses pembangunan di Gontoran. Sementara, 460 desain dan rencana belanja rumah telah selesai. “Kita butuh 460 panel Risha,” sebutnya.

Terkait adanya dana bantuan yang mandek dibantah Kemal. Menurut dia, pencairan dana bantuan itu tergantung kecepatan Pokmas. Anggaran bisa segera dicairkan jika RAB dan desain telah rampung. Perkim tambahnya, tugasnya sebagai pendamping teknis membantu membuatkan RAB dan desain rumah tipe 30. “Jadi, kita tidak ada kaitannya dengan proses pembangunan,” demikian kata Kemal. (cem)