Selama Corona, Unram Fasilitasi Mahasiswa dengan Kuota 30 GB

Agusdin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Diberlakukannya sistem perkuliahan daring (online) lingkup Universitas Mataram (Unram), dalam memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang membuat mahasiswa merasa terbebani dengan kuota internet. Kini pihak Unram memberikan solusi dengan memberikan fasilitas bebas akses ilmupedia, dengan kapasitas kuota 30 Giga Byte (GB).

Rektor Unram melalui Wakil Rektor (WR) I Agusdin menyampaikan,  perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya tetap dilaksanakan secara daring (online), termasuk tugas mandiri mahasiswa.

Iklan

“Untuk mengurangi beban mahasiswa terkait kuota internet, Unram sudah bekerjasama dengan IM3 dan Telkomsel guna memberikan kuota gratis selama 30 hari ke depan. Fasilitas ini dapat untuk mengakses ke sistem pembelajaran daring Unram,” ungkapnya, Jumat, 3 April 2020.

Pasalnya, perkuliahan daring yang diterapkan di lingkup Unram mengundang banyak kontra dan keluhan dari mahasiswa. Supaya kegiatan akademik tetap berjalan, sehingga beban studi mahasiswa dapat dicapai sesuai target Satuan Kredit Semester (SKS).

“Jadi, mengingat kondisi wabah Virus Corona ini sudah merupakan darurat nasional, maka mau tidak mau kita harus menerapkan perkuliahan daring. Kami terus berupaya bagaimana memfasilitasi agar ini tidak membebani mahasiswa,” tandasnya.

Karena itu, WR I yang membidangi akademik itu berharap agar fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengakses materi-materi perkuliahan.  “Mahasiswa bisa mengakses web daring Unram melalui daring.unram.ac.id secara gratis. Nah, nanti yang kepotong adalah quota Ilmupedia-nya, bukan kuota utamanya,” katanya.

Terkait fasilitas paket kuota gratis 30GB yang diberikan bagi mahasiswa tersebut, WR II Unram Prof Kurniawan mengatakan, bahwa itu merupakan kerjasama yang telah dibina oleh Unram, dengan dua provider penyedia layanan internet. Di mana pemberian 30GB bagi setiap mahasiswa itu, diambilkan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) provider tersebut.

“Unram bekerjasama dengan Indosat dan Telkomsel dalam menyediakan fasilitas internet di Unram. Indosat memberikan 30GB pada setiap mahasiswa untuk proses perkuliahan daring dari sumber CSR, karena Indosat ada kerjasama dengan Unram,” kata profesor termuda di Unram itu.

Profesor muda kelahiran Desa Ranggagata  Kecamatan Jonggat Lombok Tengah itu juga menyebutkan, pihaknya saat ini sedang meminta biaya kompensasi penggantian atau pengalihan kepada kedua provider tersebut, terkait kuota internet yang tidak terpakai selama mahasiswa tidak ke kampus.

“Baru saja kami mengadakan rapat dengan pihak Indosat di Surabaya menggunakan teleconference via zoom. Indosat berjanji akan memberikan kompensasi dalam bentuk kuota tambahan yang besarannya masih dikaji, karena persoalan ini juga terjadi di universitas-universitas lain di Indonesia yang bekerjasama dengan Indosat,” jelasnya.

Untuk diketahui, biaya internet yang dikeluarkan Unram dalam mendukung kegiatan akademik adalah sebesar Rp189.591.000 per bulan, sehingga dalam satu tahun total dana yang dikeluarkan sebesar Rp2.275.092.000.

Sedangkan Humas Satgas Pandemi Covid-19 Unram Dr. Wahyu Sulistya Affarah kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya civitas akademika, agar membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Salah satu PHBS yang sangat efektif untuk menangkal penyebaran Covid-19, yakni rajin mencuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan teknik yang benar,” ungkapnya.

Adapun enam langkah CTPS sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lanjutnya, pertama basahi kedua tangan dengan air yang mengalir, kemudian ambil sabun secukupnya. Gosokkan kedua telapak tangan bersama-sama. Kedua, gosok punggung tangan menggunakan telapak tangan sebelahnya. (dys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here