Selain PLTN, Ini Usulan Kurtubi Terkait Sistem Kelistrikan di NTB

Mataram (suarantb.com) – Anggota Komisi VII DPR RI, Dr. H. Kurtubi, SE., MSp., MSc kembali menyampaikan usulannya terkait sistem kelistrikan di NTB, terutama  usulan pembangunan Pembangunan Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di NTB.

Menurut Kurtubi, pembangunan PLTN tersebut menjadi salah satu cara dalam menunjang sistem kelistrikan di NTB. Ia menilai, dengan gencarnya berbagai investasi dan proyek besar di NTB yang saat ini tengah diupayakan, maka diperlukan tunjangan listrik yang dapat mendukung investasi besar dalam jangka panjang.

Iklan

“Saya termasuk yang berpendapat, agar di NTB, harus dibuka peluang dibangunnya PLTN yang bisa dibangun dalam kapasitas besar, ini untuk kedepannya,” ujarnya disela-sela acara Musrenbang NTB 2017, Kamis, 6 April 2017.

Terkait sistem kelistrikan di NTB, Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPR Ri tersebut juga mengusulkan agar sistem kelistrikan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, harus diintegrasikan menjadi satu. Untuk itu, ia ingin agar pembangunan distribusi transmisi antar Pulau lombok dan Pulau Sumbawa dapat terealisasikan.

“Saya yang termasuk yang mendudukung agar sistem kelistrikan Lombok dan Sumbawa harus diintegrasian jadi satu. Karena ada proyek-proyek besar nantinya yang butuh listrik besar, ” katanya.

Menurut Ketua Kaukus Nuklir Parlemen tersebut, dengan menambah kapasitas pembangkit listrik, dinilai mampu untuk mendukung investasi besar yang saat ini gencar dilakukan.

Diantara investasi besar tersebut adalah meneruskan pengembangan wisata NTB melalui Global Hub Kayangan yang terintegrasi dengan kilang minyak, KEK Mandalika, hilirisasi tambang Sumbawa, rencana pembangunan Samota dan lain sebagainya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si sempat memparkan target investasi di NTB. Yakni sebesar Rp 12,5 Trilun di tahun 2017, dan sebesar Rp 13-14 trilliun di tahun 2018.

Seiring dengan berkembangangnya minat investasi di NTB yang dilihat dari berbagai mega proyek yang tengah dibangun,  Gita menilai bahwa dalam merealisasikan hal itu, NTB membutuhkan dukungan tenaga listrik yang memadai.  (hvy)