Selain Jadi Sopir, Pasien Positif asal Pringgasela Juga Berdagang di Desa Rempung

H. Fathurrahman. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Tambahan dua pasien positif virus Corona (Covid-19) asal Lotim menjadi atensi banyak pihak. Mereka terhubung dengan pasien 01 dan 02 yang menjadi Pimpinan Ponpes Al. Gontori di Kecamatan Aikmel. Satu orang berinisial MI (41), bekerja sebagai sopir mereka. Yang satu lagi, berinisial NM (28), adalah menantu pasien 01 dan 02.

Keduanya kontak erat dengan pasien 01 dan 02 dan sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Iklan

Terkait pasien NM, sebelumnya Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP sempat menyampaikan yang bersangkutan merupakan juru masak pasien 01 dan 02. Belakangan, informasi dikoreksi karena diketahui NM merupakan menantu pasien 01 dan 02.

“Pasien perempuan itu adalah menantu pasien 01 NTB,” ujarnya.

Sementara untuk pasien berinisial MI, selain menjadi sopir 01 dan 02, yang bersangkutan juga merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL). Ia berjualan di warung miliknya dan istrinya di Desa Rempung Kecamatan Pringgasela. Aktivitas jualan di warung ini buka dari pagi sampai malam hari setiap hari.

“Sehari-hari aktivitasnya berjualan di warung. Kalau sopir itu, ketika dia diminta sama pasien Covid-01,” kata narasumber yang enggan dikorankan namanya, kepada Suara NTB, Selasa, 7 April 2020.

Selama berjualan di warungnya, pasien 10 ini tidak mengalami gejala sakit. Dia hanya batuk dan itupun riwayat batuknya sudah lama sejak sebelum wabah Corona. Sementara sejak berstatus ODP hingga PDP , anggota keluarganya sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Dr. H. Fathurrahman, M.Kes, membenarkan bahwa sesuai rilis provinsi terdapat tambahan dua orang positif Covid-19 asal Lotim. NM ini dari wilayah Kecamatan Aikmel dan MI dari Kecamatan Pringgasela. Terkait hal ini, katanya, tim kesehatan akan melakukan penelusuran ulang yang rencananya akan dilakukan hari ini.

“Pasien menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong. Kabar baiknya, alhamdulillah kondisi umum pasien dalam kondisi baik,” terangnya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP, menyebutkan tambahan dua pasien baru yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 pada 6 April merupakan sopir dan menantu pasien 01 dan 02. Dimana pasien 01 dan 02 ini pimpinan Ponpes Al. Gontori yang terdapat di wilayah Kecamatan Aikmel.

Sementara dalam rilis pengumuman yang dikeluarkan oleh pemerintah Provinsi NTB, pasien ini memiliki riwayat kontak erat dengan pasien nomor 01. Dalam 14 hari terakhir sebelum sakit, pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD. dr. R. Soedjono Selong dengan kondisi baik. Begitupun pasien positif Covid-19 dengan nomor pasien, yang bersangkutan memiliki kontak erat dengan pasien nomor 01. Dalam 14 sebelum sakit, pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Saat ini pasien dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R.Soedjono Selong dengan kondisi baik.

Dengan adanya tambahan dua kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini, maka jumlah pasien positif Covid-19 di NTB per tanggal 6 April 2020 sebanyak 10 orang. Sementara untuk menghindari penularan lebih lanjut, petugas kesehatan melakukan pelacakan kontak terhadap semua orang yang pernah kontak dengan pasien-pasien yang bersangkutan.

Disamping itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim terus melakukan pemantauan pada pendatang maupun masyarakat Lotim yang datang dari Luar negeri dan luar daerah. Tim penjemputan diterjunkan dengan posko pemeriksaan kesehatan di tiga pintu masuk utama, yakni Bandara Zaunuddin Abdul Madjid, Pelabuhan Lrmbar dan Pelabuhan Kayangan, Lotim dengan melibatkan personel dari Polres Lotim Kodim 1615 Lotim, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Untuk yang datang dari BIL, pemindaian kesehatan dilakukan di posko utama gugus tugas bertempat Pendopo Bupati Lotim sekaligus diberikan pengarahan bagaimana pola hidup bersih dan sehat serta tatacara karantina mandiri di rumah masing-masing. Hingga kloter 5 pada Senin, 6 April 2020, screening dilakukan pada 115 orang dan kesemuanya masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here