Selain Insiden Main HP, Surya Hartin Juga Pernah Diinterupsi Karena Diduga Lecehkan Perempuan

Mataram (Suara NTB) – Perilaku Anggota DPRD NTB, Hj. Surya Hartin yang diduga asyik bermain HP di saat rapat dengar pendapat menyangkut TKW Sri Rabitah, ternyata bukan insiden pertama yang melibatkan politisi perempuan dari Partai Nasdem tersebut. Pada tahun 2015 lalu, Surya Hartin juga pernah diprotes rekannya sendiri karena ia diduga melontarkan pernyataan bernada menghina kaum perempuan di dalam rapat paripurna DPRD NTB.

Seperti dilansir Harian Suara NTB pada 24 Februari 2015 lalu, insiden yang kurang mengenakkan bagi kaum perempuan itu terjadi saat Surya Hartin menyampaikan pidato sebagai juru bicara fraksi Bintang Restorasi, dalam rapat paripurna 23 Februari 2015.

Iklan

Saat hendak menutup pidato pemandangan umum fraksinya, Surya Hartin melontarkan gurauan dengan memelesetkan salah satu pepatah yang disampaikan juru bicara fraksi Partai Gerindra, H. L. Jazuli Azhar.

“Kalau tadi Mamiq yang dari Gerindra menyatakan bahwa ‘tak ada gading yang tak retak’ maka kami pun menyampaikan bahwa sesungguhnya, ‘tak ada gadis yang tak retak’,” ujar Surya Hartin. Kalimat itu sempat memicu gelak tawa dari para anggota DPRD NTB dan undangan dalam rapat paripurna tersebut.

Namun, kalimat itu dimaknai berbeda oleh anggota DPRD NTB lainnya yang merasa mewakili kaum perempuan. Tak menunggu lama, Anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Golkar, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH, langsung melayangkan interupsi untuk memprotes rekannya tersebut.

“Saya kira sidang kita ini sangat terhormat. Kalaupun bercanda, ada etikanya,” kecam Isvie. Ia meminta pimpinan rapat paripurna untuk meralat pernyataan dari Surya Hartin selaku juru bicara Fraksi Bintang Restorasi. “Jangan sampai dibawa soal gadis di dalam salah satu hal yang dilecehkan dalam ruangan ini,” imbuhnya.

Karena belum ditanggapi, Isvie kembali melontarkan interupsinya. Kali ini, ia secara tegas meminta pimpinan rapat paripurna DPRD NTB untuk menegur rekannya tersebut.

“Mohon sikap pimpinan, untuk mengambil keputusan, itu untuk menegur juru bicara Bintang Restorasi. Saya sangat keberatan perempuan, gadis dibawa dalam pelecehan dalam ruangan yang sangat terhormat ini,” tegasnya.

Mendapati reaksi ini, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm, menegaskan bahwa pihaknya akan menegur yang bersangkutan. “Terima kasih atas masukannya, nanti kami akan tegur,” ujarnya sembari menutup rangkaian rapat paripurna tersebut.

Usai rapat, Surya Hartin tidak memberikan tanggapan atas insiden dalam pidatonya tersebut. Ia juga terlihat santai dan tertawa dengan sejumlah rekannya. Ia bahkan sempat saling tos dengan sejumlah rekannya sembari bercanda.

Sementara, terkait insiden yang terjadi dalam rapat dengar pendapat soal Sri Rabitah, Surya Hartin yang dikonfirmasi suarantb.com menampik jika dirinya kala itu tengah bermain game dalam ponselnya. Menurutnya, ia hanya membuka gambar yang dikirimkan oleh suaminya.

“Saya menerima kiriman gambar dari suami saya. Itu yang saya buka,” terangnya. Politisi dari Partai Nasdem ini menegaskan bahwa tidak mungkin dirinya bersikap demikian di dalam sebuah kegiatan yang semacam itu. “Tidak. Masak saya di depan banyak orang begitu,” pungkasnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here