Selain Covid-19, Kota Bima Juga Rawan DBD

Muhammad Lutfi. (Suara NTB/dok)

Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah (Pemkot) Bima mengingatkan warganya agar tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Pasalnya selain rentan penularan Covid-19 tanpa gejala, di Kota Bima juga rawan terserang penyakit Demam Berdarah (DBD).

Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE mengaku pihaknya mengajurkan masyarakat untuk terus menerapkan PHBS untuk mencegah berkembangnya kuman dan virus. Termasuk penularan virus Covid-19.

Iklan

Lutfi menyadari jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bima memang terus naik dalam beberapa hari terakhir. Kebanyakan warga bahkan diantaranya para tenaga kesehatan (Nakes) yang dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala.

“Makanya saat ini Satgas Covid-19 terus mendeteksi penderita virus Covid-19 tanpa gejala ini, untuk mencegah penyebaran virus di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya akhir pekan kemarin.

Selain itu Lutfi mengaku pihaknya juga melaksanakan pemeriksaan swab secara bertahap. Orang-orang yang dicurigai tertular Covid-19 tanpa gejala telah diisolasi mandiri, kemudian diambil sampel untuk dilakukan swab tes.

“Penderita tanpa gejala ini tidak menyadari telah terpaar covid-19 karena itu sangat berpotensi menularkan ke orang lain,” katanya.

Sementara mengenai penyakit DBD, Lutfi juga meminta Pemerintah Kelurahan dan bersama masyarakat untuk menerapkan pola PHBS di wilayahnya masing-masing. Mengingat sebentar lagi akan memasuki musim penghujan. “Prioritaskan kebersihan lingkungan masing-masing karena Kota Bima rawan terserang DBD dan juga sebentar lagi kita akan mengalami musim hujan,” ujarnya.

Kalaupun ada keluhan sakit, Lutfi meminta warga agar segera melapor diri ke tempat medis terdekat, untuk diberikan tindakan cepat. Mengenai biaya pengobatan, sepenuhnya ditanggung Pemerintah. “Kalau untuk kesehatan Pemerintah telah berupaya memprogramkan BPJS gratis untuk masyarakat tidak mampu yang di ada di Kota Bima,” pungkasnya. (uki)