Sektor Pertambangan Masih Dominasi Pertumbuhan Ekonomi NTB

Mataram (suarantb.com) – Pertumbuhan ekonomi NTB pada tahun 2016 sebesar 5,82 persen, masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar  1,69 poin.

Namun, jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2015, sumbangan sektor pertambangan di tahun 2016 tidak sebesar di tahun 2015, ketika kontribusi sektor pertambangan mencapai 16,39 poin.

Iklan

Dilihat dari segi distribusi lapangan usaha tahun 2016, sektor pertambangan juga  menyumbang kontribusi terbesar, yakni 21,83 persen. Disusul oleh pertanian 21,33 persen, dan perdagangan sebesar 12,41 persen.

“Kalau secara nasional nomor satu penyumbang terbesar itu industri, kedua pertanian, ketiga perdagangan. Kalau di NTB, penyumbang terbesar pertama pertambangan, kemudian sektor pertanian dan yang ketiga perdagangan,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih, Selasa, 7 Februari 2017.

Meskipun secara kumulatif sektor pertambangan menyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di NTB, namun jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2016 terhadap triwulan III-2016, sektor pertambangan mengalami penurunan (kontraksi) sebesar -2,73 poin.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2016 memang mengalami penurunan (kontraksi) hingga 8,22 persen. Sedangkan tanpa biji logam mengalami kontraksi sebesar 6,63 persen.

Sumber kontraksi  tersebut, berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan total -3,98 poin. Sektor pertambangan dan penggalian dengan -2,73 poin serta industri pengolahan sebesar -0,77 poin.

Emdang menjelaskan menurunnya sektor pertanian dipengaruhi oleh beberapa komoditas pangan dan perkebunan sebagai komoditas unggulan provinsi NTB yang menggunakan aktivitas musiman. Begitu juga dengan sektor pengolahan industri khususnya tembakau yang bergantung pada komoditas perkebunan tembakau yang mengalami penurunan produksi karena telah melewati masa puncak panen raya di triwulan III-2016.

Sedangkan penurunan dalam lapangan usaha pertambangan dan penggalian, terjadi karena adanya penurunan produksi tambang pada triwulan IV-2016. (hvy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here