Sekolah Wajib Lakukan Evaluasi

H. Lalu Fatwir Uzali. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah wajib melakukan evaluasi di akhir masa pembelajaran, walaupun Asesmen Nasional sudah ditetapkan menjadi pengganti Ujian Nasional. Oleh karena itu sekolah harus tetap mempersiapkan siswa.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian pada Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafudin mengatakan meskipun sudah ada Asesmen Nasional, bukan berarti tidak ada evaluasi di kelas akhir. “Bukan (sepenuhnya) pengganti ujian. Tetap akan ada evaluasi, bukan berarti tidak ada ujian. Asesmen sebagai bagaimana kita memperbaiki pembelajaran setelah dianalisis,” katanya.

Iklan

Menurutnya, pada pekan lalu dilakukan sosialisasi mengenai asesmen nasional. Ia mengatakan, kesiapan sekolah yang akan dilihat ke depannya. Pihaknya harus menyosialisasikan mengenai asesmen nasional ke sekolah. Contoh  soal juga sudah ada di web Kemendikbud.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., MM., pihaknya dalam masa menunggu terkait evaluasi, meski demikian sekolah harus dan wajib memberikan pelayanan evaluasi. Nantinya akan ada di tingkat sekolah, daerah, dan negara. “Sekolah intinya wajib ada evaluasi, bagaimana mekanismenya akan diatur kemudian, yang jelas nanti ada standar khusus dari nasional. Mulai dari materi atau juklak dan juknis, bentuk pelaksanaan apakah luring atau daring,” katanya.

Fatwir menekankan, tugas sekolah tetap memberikan pelayanan dasar kepada anak-anak. Guru juga tetap memberikan materi sesuai dengan kurikulum darurat di masa Pandemi Covid-19. “Kurikulum 2013 dimodifikasi dengan situasi ini disebut kurikulum darurat, jadi acuan sekolah,” katanya.

Nantinya, pihaknya di Dinas Pendidikan juga akan membentuk tim persiapan ujian atau evaluasi. Pada intinya, Fatwir menekankan, kepala sekolah harus memantau tugas guru dalam mengemban tugas. “Intinya guru melayani siswa dalam pembelajaran jarak jauh, baik daring atau luring,” katnaya. (ron)