Sekolah Upayakan BDR Tidak Memberatkan Siswa

Saptadi Akbar, Mustajib. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – SMP di Kota Mataram berupaya melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR) dengan tidak memberatkan siswa. Selain dilaksanakan secara daring, BDR secara luring juga diterapkan untuk memudahkan siswa.

Kepala SMPN 12 Mataram, Mustajib mengatakan, pihaknya terus mencari cara terbaik dan termudah untuk melayani anak-anak yang bermasalah dalam BDR. Namun diupayakan tetap sama-sama aman dari Covid-19. Ia menjelaskan, SMPN 12 Mataram menyiapkan beberapa cara untuk BDR, antara lain bahan ajar dibuat dalam format video dan dibuatkan link ke YouTube.

Iklan

“Format ini bisa langsung dibuka oleh anak-anak yang punya ponsel Android. Bagi yang tidak punya, bisa dapat kesempatan dengan ‘numpang’ melalui ponsel teman, keluarga,  tetangga, dan lain-lain di setiap kesempatan,” katanya.

Selain itu, bagi siswa yang tidak punya ponsel Android, diminta menemui guru mata pelajarannya di sekolah dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Selanjutnya guru mengarahkan siswa meminjam sumber-sumber belajar atau buku-buku di perpustakaan.

“Materi ajar dibuat berdasarkan referensi atau buku tertentu, sehingga baik yang daring maupun luring sama,” katanya.

Guru juga dianjurkan membuat Lembar Kerja (LK) sesuai materinya. LK-LK tersebut bisa dipakai sebagai panduan belajar berdasarkan buku atau referensi yang telah ditentukan. ‘’Jika mendatangi rumah merupakan satu-satu jalan, insya Allah, akan kami lakukan dengan tetap memperhatikan standar protokol Covid-19, sehingga aman untuk siswa, juga untuk guru,” ujarnya.

Kepala SMPN 1 Mataram, Saptadi Akbar mengatakan, pihaknya melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan daring dan luring. Bagi siswa yang mengikuti secara luring, akan diberikan materi dengan cara diambil oleh orang tua siswa ke sekolah.

“Jadi tidak ada masalah dengan pembelajaran jarak jauh di SMPN 1 Mataram, bagi yang daring ya tinggal mengikuti jadwal yang telah dibuat,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian pada Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafudin menjelaskan, pihaknya memberikan penjelasan agar sekolah memberikan materi esensi atau materi pokok sesuai dengan standar kompetensi lulusan, bukan memberika materi pengembangan. “Memang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan tidak harus menuntaskan kurikulum, tapi kalau bisa menuntaskan kurikulum malah bagus,” ujarnya. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here