Sekolah Tidak Ikut Verval ANBK, Dijadwalkan Laksanakan ANBK Maret 2022

0
Purni Susanto (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah sekolah tidak melakukan pembaruan atau update verifikasi dan validasi data dukung TIK untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2021 sampai batas waktu yang ditentukan. Dampaknya, sekolah tersebut tidak bisa mengikuti ANBK tahun ini, dan akan mengikuti ANBK pada bulan Maret 2022.

Sekretaris Panitia Wilayah Asesmen Nasional tahun 2021 Dinas Dikbud Provinsi NTB, Purni Susanto dihubungi Selasa, 30 November 2021 mengatakan, sekolah-sekolah yang tidak memperbarui data verval TIK sampai dengan batas waktu akhir Juni 2021 tidak terdaftar sebagai peserta ANBK tahun ini. Sekolah-sekolah tersebut akan mengikuti ANBK bulan Maret 2021.

IKLAN

“Data sekolah mereka tidak terdaftar sebagai peserta ANBK tahun ini. Kami belum melakukan pendataan dan memiliki data valid. Mereka (sekolah tersebut) juga belum lapor,” ujarnya.

Purni mengungkapkan, umumnya sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yagn baru, ia menduga jumlah sekolah yang belum ikut ANBK cukup banyak. Pihaknya akan memperbarui data sekolah-sekolah tersebut.

Menurutnya, penyebab sekolah tersebut tidak mengikuti rangkaian ANBK, karena sekolah kurang aktif dan tidak mengikuti perkembangan dari informasi dari pemerintah. Ada juga yang karena terlambat mendapatkan sosialisasi.

“Dulu terkendala pendanaan sehingga pemerintah daerah tidak sanggup mengkover semua kegiatan sosialisasi, sehingga masih ada yang tersisa satu-dua sekolah (tidak mendapat sosialisasi),” jelas Purni.

Oleh karena itu, sekolah-sekolah tersebut tidak bisa menerima rapor pendidikan bersamaan dengan sekolah yang telah mengikuti ANBK tahun ini. “Barangkali rapor mereka akan disusulkan kemudian,” ujar Purni.

Komponen asesmen nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk AKM terdiri dari literasi dan numerasi. Survei karakter terdiri dari enam sub topik yang akan disurvei. Diharapkan dari hasil survei karakter akan keluar sebuah paradigma profil pelajar yang disebut profil pelajar Pancasila. Sementara, survei lingkungan belajar, berupa survei kondisi belajar, metode belajar, dan lainnya.

Hasil asesmen tidak menjadi syarat lulus seperti ujian nasional sebelumnya. Asesmen nasional diperuntukkan untuk pemetaan pendidikan, pemetaan kualitas pembelajaran, pemetaan mutu yang tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya akan menjadi salah satu referensi melakukan kebijakan layanan pendidikan di Indonesia pada tahun berikutnya. (ron)