Sekolah Siasati Kekurangan Pembelajaran secara Tatap Muka

Suasana pelaksanaan layanan pembelajaran secara tatap  muka terbatas di SMAN 2 Bayan. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Layanan pembelajaran secara tatap muka terbatas di jenjang SMA, SMK, dan SLB untuk wilayah zona kuning penyebaran Covid-19 berlanjut di pekan ini. Sekolah terus mengevaluasi dan menyiasati berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka itu.

Pembukaan layanan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah dilaksanakan mulai Senin, 12 Oktober 2020. Layanan tatap muka terbatas pada zona kuning dilaksanakan di Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara (KLU), dan Sumbawa.

Iklan

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA KLU, Moch. Fatkoer Rohman dihubungi dari Mataram, Selasa, 27 Oktober 2020 mengatakan sejauh ini pelaksanaan layanan pembelajaran secara tatap muka terbatas berjalan dengan kondusif, dan tidak ada kendala berarti. Diakuinya ada beberapa kekurangan yang segera diatasi oleh pihak sekolah. “Paling ada beberapa siswa lupa bawa masker, itu pun ada masker cadangan di sekolah,” ujar Kepala SMAN 2 Bayan ini.

Ia juga menyampaikan, di SMAN 2 Bayan juga berjalan kondusif. Menurutnya ada sedikit kendala seperti belum terbiasanya siswa sarapan, sementara di sekolah tidak boleh ada kantin. Solusi yang diambil, pihaknya mengundur jam belajar menjadi mulai dari pukul 09.00 Wita. Langkah itu diambil agar siswa bisa sarapan di rumah terlebih dahulu.

Di samping itu, pelaksanaan layanan pembelajaran secara tatap muka juga dilakukan terbatas. Fatkoer menjelaskan, pihaknya menggunakan sistem sif, dengan cara satu rombongan belajar dibagi menjadi dua. Tempat duduk siswa juga diatur dengan posisi zig zag agar jarak duduk antar siswa bisa lebih dari 1,5 meter. “Jadi isi ruang kelas cuma setengah dari jumlah satu rombongan belajar, di kelas maksimal 18 orang,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikbud NTB, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. Lalu Basuki Rahman mengatakan, KLU berada di zona kuning penyebaran Covid-19, maka sesuai surat dari Dinas Dikbud NTB maka layanan tatap muka secara terbatas bisa dilaksanakan. Pihaknya mengimbau agar jadwal kelas XII lebih banyak masuk secara tatap muka terbatas.

Di samping itu, mata Diklat produktif di SMK mesti berbasis kompetensi sesuai paket keahlian. “Memang mengacu pada protokol kesehatan cegah Covid-19 dalam tatap muka terbatas, siswa sudah pakai masker, cuci tangan tersedia, tetapi yang paling sulit melarang siswa berkerumun pada saat masuk atau pulang sekolah,” aku Basuki Rahman.

Pengenalan asesmen nasional juga diingatkan pihaknya ke sekolah. terutama karena asesmen nasional sebagai pengganti ujian nasional. “Asesmen nasional yang berbeda mekanisme pelaksanaannya dengan ujian terdahulu. Siswa harus familiar dengan asesmen berbasis tematik bukan mata pelajaran,” pungkasnya. (ron)