Sekolah Persiapkan Guru untuk Pembelajaran Daring

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali (kiri) saat menyampaikan arahan pada kegiatan lokakarya persiapan pembelajaran daring melalui google classroom di SMPN 6 Mataram.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah mempersiapkan guru dalam pembelajaran dalam jaringan (daring) untuk tahun ajaran baru. Salah satunya SMPN 6 Mataram yang menggelar lokakarya persiapan pembelajaran daring melalui google classroom. Lokakarya itu untuk pendidik dan tenaga kependidikan pada Kamis, 9 Juli 2020 sampai dengan Sabtu, 11 Juli 2020.

Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, M.Pd. Ia mengatakan bahwa bila guru tidak bersahabat dengan teknologi, maka guru akan dikalahkan oleh teknologi itu sendiri. Guru yang tidak berinovasi secara teknologi dalam tugasnya, akan membuat guru tertinggal dan ditinggalkan oleh siswa.

Iklan

“Guru sebagai generasi digital wajib mengenal siswa lebih dalam, untuk membuat inovasi pembelajaran. Harus ada kesetaraan kemampuan dalam teknologi antara guru dan siswa, dan membumikan budaya literasi. Pembelajaran afektif dan psikomotorik harus terdepan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin menyampaikan dalam menyongsong pembelajaran tahun ajaran baru nanti, pihaknya melakukan pelayanan pendidikan secara daring atau virtual. Hal itu dilakukan karena dengan masih adanya Covid-19, pembelajaran secara tatap muka belum bisa dilaksanakan.

Kegiatan lokakarya itu dilaksanakan selama tiga hari dengan mendatangkan pemateri dosen dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Idham, M.Kom.. Topik yang dibahas berupa pengenalan tentang google classroom dan fitur-fitur di aplikasi itu. Lokakarya itu diikuti oleh 60 peserta yang semuanya guru SMPN 6 Mataram. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab peserta denga pemateri. Kemudian peserta diberikan tugas untuk praktik secara langsung dalam menggunakan aplikasi itu.

“Jadi walaupun siswa belum bisa datang ke sekolah secara tatap muka, mereka tetap melakukan pembelajaran yang diawasi oleh guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa di rumah. Jika dalam tahun pelajaran baru masih di rumah, maka kami di sekolah mencari cara melakukan pembelajaran daring yang efektif dan efisien,” jelasnya. (ron)

  Pandemi Covid-19, Bantuan untuk Sekolah Model Tidak Bisa Diberikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here