Sekolah Perempuan Jadi Kekuatan Pembangunan

Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati bersama Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy saat berkunjung ke sekolah perempuan di Montong Gading, Kamis, 4 November 2021.

Selong (Suara NTB) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengapresiasi sekolah perempuan yang ada di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Keberadaan sekolah perempuan ini dinilai bisa menjadi kekuatan pembangunan.

Hal ini dikemukakan Menteri Bintang saat berkunjung dan berdialog dengan ibu-ibu anggota sekolah perempuan di Montong Gading, Kamis, 4 November 2021. Diketahui Lotim memiliki sekolah perempuan di 13 desa.

Iklan

Menurut Menteri, sekolah perempuan dorong kebijakan responsif gender. “Berdayakan perempuan karena perempuan paling tahu potensinya,” harapnya.

Konstitusi negara, kata Menteri Bintang Puspayoga ini telah mengamanahkan kesetaraan dan keadilan. Tak ada beda laki dan perempuan. Tapi data dan indeks masih terjadi perbedaan. Budaya patriarki disinyalir menjadi salah satu penyebab masih terjadinya diskriminasi terhadap perempuan.

Diterangkan, perlu sinergi dan kolaborasi dalam masalah perempuan sampai tingkat desa. Seperti pada aspek pencegahan nikah dini. Tindakan pencegahan nikah dini ini perlu komitmen bersama. Mulai dari unit terkicil sampai yang besar. Kasus-kasus nikah dini ini harus dikikis.

Para tokoh masyarakat, agama dan tokoh lainnya diminta ikut ambil bagian. Pasalnya, makin tinginya nikah dini akan berdampak besar. Baik pada  pendidikan, kesehatan maupun ekonomi.

Istri mantan Menteri Koperasi ini memberikan keyakinan, perempuan bisa berkiprah. Perempuan adalah penopang hidup bangsa. Perempuan miliki peran penting. Menteri juga mendorong kaum perempuan ikut andil dalam bidang politik. Disebut saat ini jumlah perempuan yang menjadi kepala desa misalnya masih sangat kecil. “Dari 74 ribu desa se Indonesia, hanya 5 persen saja yang dipimpin perempuan,” ujarnya.

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy menyampaikan, Lotim dengan 1,3 juta jiwa penduduk Lotim ini banyak masalah. Mulai gizi buruk, nikah dini, stunting. “Semua yang berbau negatif ada di Lotim, ada juga yang positif dan kami imbangi dengan ikhtiar,” kata Bupati.

Kepada Menteri, Bupati memohon bantuan agar  bisa dibantu dalam bidang pemberdayaan perempuan dan anak. Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Menikah di bawah umur ini tidak dinafikan kerap terjadi.

Apalagi selama masa pandemi Corona Virus Disease, siswa tidak sekolah, sehingga menimbulkan problem. Bupati memohon bantuan menteri agar Lotim bisa tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya. Karena saat ini dari 10 kabupaten kota se NTB, Lotim berada pada urutan ke 8. Sebelumnya urutan 9, nomor dua dari bawah. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional