Sekolah Laksanakan Halalbihalal

Guru dan siswa SMAN 5 Mataram saat melaksanakan halalbihalal di hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul Fitri, Senin, 17 Mei 2021.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah sekolah, terutama jenjang SMA sederajat melaksanakan halalbihalal di hari pertama masuk sekolah setelah libur Hari Raya Idul Fitri, pada Senin, 17 Mei 2021. Pembelajaran tatap muka terbatas juga mulai dilaksanakan pada Senin kemarin.

Salah satunya dilakukan SMAN 5 Mataram, segenap keluarga besar SMAN 5 Mataram saling bermaaf-maafan baik kepala sekolah, bapak/ibu guru, staf tata usaha, dan siswa. Hal itulah yang terlihat pada momentum acara pengibaran bendera dan halalbihalal pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul Fitri tahun 1442 H.

Iklan

Kepala SMAN 5 Mataram, H. Arofiq menyampaikan, walaupun hari pertama masuk sekolah masih dalam status pembelajaran tatap muka terbatas, kegiatan belajar mengajar dimulai Senin kemarin. Hal itu sesuai dengan arahan Kepala Dinas Dikbud NTB yang disampaikan Arofiq sebelum masuk sekolah dan saat pengibaran bendera kepada segenap guru dan siswa SMAN 5 Mataram.

Arofiq sebagai pembina pengibaran bendera menyampaikan arahan terkait protokol kesehatan dan persiapan penilaian akhir tahun 2021 kepada segenap GTK dan Siswa SMAN 5 Mataram. Arahan yang dikemas dalam pesan-pesan yaitu pesan halalbihalal, pesan Satgas Covid-19, pesan kurikulum dan pesan bendahara komite.

“Mewakili segenap keluarga besar SMAN 5 Mataram menyampaikan permohonan maaf setulus hati. Pesan Satgas Covid-19 mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Pesan kurikulum agar menyiapkan diri untuk menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT),” ujar Arofiq.

Terpisah, SMAN 8 Mataram juga melaksanakan halalbihalal pada hari pertama masuk sekolah. Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti menyampaikan, hari pertama masuk sekolah dimanfaatkan untuk momen halalbihalal dan penyampaian beberapa informasi penting seperti persiapan penilaian akhir tahun.

Suprapti juga menekankan, saat halalbihalal tetap menerapkan protokol kesehatan. Siswa tidak berjabat tangan, siswa juga sudah terbiasa mencuci tangan dan masker tidak dilepas. Ia juga menyampaikan beberapa pesan penting kepada siswa. “Tetap menjaga protokol kesehatan, jaga kesehatan untuk persiapan PAT daring, melengkapi kekurangan-kekurangan kompetensi dasar yang belum tuntas. Tetap berprestasi walaupun di masa pandemi,” pungkasnya. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional