Sekolah Kebanjiran, Murid SDN Merang Baru Diliburkan

BANJIR - Kondisi SDN Merang Baru tergenang banjir. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar lumpuh. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Murid  SDN Merang Baru Kelurahan Panjisari Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), Kamis,  8 November 2018 terpaksa harus diliburkan. Setelah sekolahnya diterjang banjir. Pasca hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Praya dan sekitarnya. Akibatnya, sejumlah fasilitas milik sekolah pun rusak terkena banjir.

Kepala SDN Merang Baru, Zaenudin, kepada Suara NTB, mengaku air mulai naik pada Rabu,  7 November malam. Di mana sebelumnya, hujan lebat turun selama lebih dari dua jam. Mengetahui air sudah naik, penjaga sekolah berupaya menyelamatkan dokumen, buku serta berkas penting lainnya. Namun sayang, satu unit wirelles serta printer tak bisa terselamatkan. Akibat terkena air, fasilitas elektronik tersebut rusak dan tidak bisa digunakan lagi. “Air naik dengan cepat. Sehingga tidak semua barang dan fasilitas milik sekolah yang bisa diselamatkan. Tapi untungnya, semua dokumen penting bisa diselamatkan,” akunya.

Iklan

Ia mengatakan, ketinggian air pada Rabu malam mencapai hingga satu meter, sehingga membuat bangku di sekolah sempat terapung. Hingga Kamis pagi kemarin, air masih menggenang ruang kelas. Para murid yang tadinya sudah datangpun akhirnya terpaksa diminta belajar di rumahnya masing-masing.

“Ya, karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk menggelar aktivitas belajar mengajar, murid terpaksa kita minta belajar di rumahnya,” sebutnya. Sementara beberapa murid yang memang rumahnya berada di sekitar sekolah, tetap di sekolah untuk membersihkan ruang kelasnya masing-masing.

Diakuinya, musibah banjir yang melanda SDN Merang Baru bukan yang pertama. Bahkan bisa dikatakannya, sejak jalur by pass Praya-Batujai dibangun beberapa tahun yang lalu, SDN Merang Baru hampir setiap tahun diterjang banjir. “Jadi banjir ini bukan sekarang saja. tahun-tahun sebelumnya banjir juga pernah terjadi. Bisa dikatakan, sekolah kita memang langganan banjir,” keluh Zaenudin.

Sempitnya saluran drainase serta posisi sekolah yang berada di dataran yang lebih rendah dari badan jalan membuat banjir kerap kali terjadi. Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya sampah yang menyumbat saluran drainase, sehingga alur air menjadi tidak lancar.

“Ada dua solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan ini. Saluran drainase diperlebar atau SDN Merang Baru yang direlokasi ke tempat lain,” ujarnya, seraya mengaku, dulu saat pembangunan jalur by pass Praya-Batujai berlangsung sempat ada wacana untuk merelokasi SDN Merang Baru. Namun hingga saat ini rencana tersebut belum juga terwujud.

Korban Meninggal

Sebelumnya, pada Rabu sore sejumlah wilayah di Kota Praya sempat diterjang banjir. Salah satunya Kelurahan Leneng. Bahkan, sampai memakan korban jiwa salah seoang anak bernama Rafiq Rafiq Amar bin Anarzomi (3), warga Lingkungan Juring Kelurahan Leneng.  Korban meninggal setelah terjatuh di saluran drainase tidak jauh dari rumahnya Saat itu, wilayah sekitar tengah dilanda banjir. Korban bersama ibunya keluar untuk melihat kondisi sekitar. Namun tiba-tiba korban lepas dari genggaman ibunya ketika terjatuh di saluran drainase. Selang beberap waktu kemudian korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. “Jenazah korban sudah dimakamkan oleh keluarganya,” sebut Lurah Leneng, L. Moh. Isnaini, Kamis sore. (kir)