Sekolah Harus Urai Kerumunan Saat Pulang

Siswa SMPN 6 Mataram ketika memasuki sekolah harus menjalankan protokol kesehatan sebelum mengikuti simulasi pembelajaran secara tatap muka. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang PAUD, SD, dan SMP mulai dilaksanakan sejak Kamis, 14 Januari 2021. Salah satu tantangan yang dirasakan sekolah yaitu mengurai kerumunan siswa saat pulang sekolah. Kesulitan itu makin berat jika ada pedagang yang menjajakan dagangan di depan sekolah.

Kepala SMPN 6 Mataram, Azizudin pada Minggu, 17 Januari 2021 mengatakan, setelah beberapa hari pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka, pihaknya mengevaluasi beberapa tantangan saat menggelar pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Salah satu tantangan itu mengenai cara mengurai kerumunan siswa ketika pulang sekolah.

Iklan

“Untuk sementara bagaimana mengurangi terjadinya kerumunan saja ketika pulang,” ujar Azizudin. Terlebih lagi, ketika simulasi pembelajaran tatap muka mulai dilaksanakan, beberapa pedagang mulai menjajakan dagangan di luar sekolah. SMPN 6 Mataram yang terletak di Jalan Udayana, Mataram memang cukup strategis bagi para pedagang. Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

“Karena pedagang di luar sekolah mulai kerumunan juga berdagang di trotoar Udayana maka Dinas Perhubungan dan Pol PP yang punya kewenangan. Kami sudah koordinasi kerja sama untuk pengaturan lalu lintas saat pulang sekolah,” jelas Azizudin.

Di samping itu, orang tua siswa juga diminta tepat waktu dalam menjemput anaknya. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kerumunan siswa di trotoar depan sekolah.

Menurutnya, secara umum simulasi pembelajaran secara tatap muka di SMPN 6 Mataram berjalan lancar. Siswa dibagi dengan sistem blok per jenjang untuk menghindari kerumunan. Simulasi pembelajaran secara tatap muka jenjang SMP mulai dilaksanakan pada Kamis, 14 Januari 2021 sampai dengan Sabtu, 30 Januari 2021 “Hari pertama dimulai dengan kelas IX, Jumat untuk kelas VIII, dan Sabtu kelas VI, menggunakan sesi satu dan dua,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk simulasi. Ia menegaskan, sekolah melaksanakan simulasi pembelajaran bukan langsung pembelajaran tatap muka. Nantinya pihak sekolah dan dinas akan melakukan evaluasi. “Melihat situasi selama dua minggu, kami dapatkan catatan, baru sekolah akan menemukan formulasi pembelajaran tatap muka sesuai kondisi masing-masing sekolah,” ujar Fatwir. (ron)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional