Sekolah Diminta Terima Siswa Sesuai Daya Tampung

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) KSB memutuskan tidak akan menerapkan sistem zonasi pada kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini.

Sistem yang disiapkan  menjadi salah satu solusi agar distribusi siswa merata di seluruh sekolah itu, oleh Dikpora KSB, dianggap tidak bisa sepenuhnya diterapkan. Ini dikarenakan kondisi di tingkat lapangan dan sejumlah aturan lainnya bertentangan dengan sistem tersebut. “Kita sudah telaah dan kita sampai pada kesimpulan tidak bisa menerapkannya (zonasi),” kata kepala Dinas Dikpora KSB, Drs. Tajuddin kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 24 Mei 2018.

Iklan

Meski tidak menerapkan sistem zonasi, Dinas Dikpora punya solusi lain untuk mengatasi persoalan sekolah yang selama ini kekurangan siswa akibat minimnya pendaftar setiap tahunnya. Menurut Tajuddin, solusi yang diambilnya itu sebagai jalan tengah yang paling pas diterapkan mengganti sistem zonasi.

Solusi yang diterpakan oleh Dinas Dikpora, yakni meminta seluruh sekolah yang selama ini banyak diminati pendaftar pada setiap kegiatan PPDB untuk menerima siswa hanya sebanyak daya tampung kelas yang dimilikinya.

Dijelaskan Tajuddin, beberapa sekolah yang selama ini jumlah siswanya sangat padat (melebihi daya tampung) telah pihaknya ajak membicarakan solusi tersebut. Di antarnya tingkat SMP ada SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3 dan MTs Negeri Taliwang sementara tingkat sekolah dasar ada SDN 1, SDN 2, SDN 4 dan SDN 10 Taliwang. Di mana seluruh sekolah itu akhirnya sepakat pada PPDB tahun ini mereka hanya akan menerima siswa sesuai dengan daya tampungnya.

Dengan kesepakatan itu, sekolah-sekolah tadi tidak boleh lagi memaksakan menerima siswa berlebih dengan cara menambah ruang kelas. Diakui Tajudddin, penilaian padat terhadap sekolah-sekolah itu tidak berdasarkan aturan yang ada, tetapi berdasarkan penilaian versi dinas.

“Kalau ikut aturan mereka memungkinkan selama sekolah mampu. Tapi kita kesampingkan itu, karena di sisi lain ada sekolah-sekolah yang kekurangan siswa karena banyak diserap sekolah tadi,” cetusnya.

Dikatakannya, persoalan kekurangan siswa di beberapa sekolah hanya terjadi di dalam wilayah kecamatan Taliwang. Sementara di kecamatan lain distribusi siswa relatif merata setiap tahunnya. “Untuk tingkat SMP ada SMP 7 Taliwang yang setiap tahunnya selalu kekurangan siswa mendaftar,” ungkapnya. (bug)