Sekolah Diminta Memasifkan Kerja Sama dengan Pihak Kesehatan

Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti saat menerima kedatangan tim dari Puskesmas Babakan, Selasa, 12 Januari 2021.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB diminta memasifkan kerja sama dengan pihak kesehatan terdekat. Terutama setelah dua siswa salah satu SMA di Mataram yang positif Covid-19, sehingga pembelajaran secara tatap muka menjadi sorotan. Sejumlah sekolah memang sudah sejak lama bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., meminta sekolah memasifkan kerja sama dengan pihak kesehatan. “Degan adanya dua siswa positif di SMAN 1 Mataram menjadikan sorotan dari segala sisi,” katanya.

Iklan

Sekolah juga sebelumnya sudah diminta memastikan ulang kesiapan Tim Satgas Covid-19 Sekolah dan memastikan tupoksi masing-masing anggota dapat berjalan maksimal. Terutama untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan sebelum dan setelah jam belajar usai. Sekolah juga perlu melakukan konsolidasi ulang tim disiplin Covid-19 dari unsur peserta didik.

Selain itu, sekolah diminta memastikan ketersediaan sarana seperti thermo gun, tempat mencuci tangan, masker dan pelindung wajah atau face shield, spanduk dan tulisan pengingat akan pentingnya menjaga protokol Covid-19, termasuk ketersediaan ruang UKS.

Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti pada Selasa, 12 Januari 2021 menyampaikan, pihaknya telah bekerja sama dengan Puskesmas Babakan, Kota Mataram sejak tiga tahun lalu. Kerja sama itu terus diperkuat. Pada Selasa kemarin SMAN 8 Mataram didatangi petugas Puskesmas Babakan. Kunjungan untuk memperkuat kerja sama sekaligus pemberian pil tambah darah untuk siswa putri. Dilakukan juga pengecekan kamar mandi untuk melihat tidak ada jentik-jentik nyamuk. “Jika ada yang terpapar penyakit, bisa segera dihubungi,” kata Suprapti.

Suprapti menyampaikan, pihaknya memperkekat protokol kesehatan, siswa ketika memasuki sekolah langsung diukur suhu tubuh menggunakan thermo gun.  Siswa juga diharuskan menggunakan masker. Bagi siswa yang tidak membawa masker dan jarak rumahnya relatif jauh dari sekolah, ditanggulangi oleh pihak sekolah. Namun bagi siswa yang jarak rumahnya relatif dekat dari sekolah diminta untuk mengambil masker ke rumah.

“Begitu mau masuk kelas wajib cuci tangan, sudah kami sediakan 36 titik bersama sabun cuci tangan, untuk lap tangan kami minta untuk mandiri, bawa tisu atau handuk kecil, supaya anak mandiri,” kata Suprapti. (ron)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional