Sekolah Diberikan Kebebasan Memilih Metode PAS

H. Aidy Furqan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB memberikan kebebasan kepada pihak sekolah dalam memilih metode Penilaian Akhir Semester (PAS), baik secara daring maupun luring. Pelaksanaan PAS diminta sesuai jadwal kalender pendidikan.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menjelaskan, pelaksanaan PAS agar terjadwal sesuai kalender pendidikan. Juga dapat dilaksanakan secara luring maupun daring dengan memperhatikan kondisi warga sekolah.

“Memperhatikan kondisi yang terbaik bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan satuan pendidikan,” katanya belum lama ini.

Sementara itu, pembelajaran di sembilan kabupaten/kota berada di zona oranye kembali melanjutkan  simulasi penguatan, dan satu kota di zona merah diminta menghentikan layanan tatap muka dan kembali melaksanakan kegiatan Belajar dari Rumah (BDR).

Aidy menyampaikan, pelaksanaan simulasi penguatan tahap II minggu ke-7 dan ke-8 agar tetap mengacu pada surat Dinas Dikbud NTB nomor: 441/4043.UM/Dikbud tanggal 10 September 2020 perihal ketentuan simulasi tatap muka dan Surat Dikbud NTB nomor: 890/4319.UM/Dikbud tanggal 8 Oktober 2020 perihal simulasi penguatan dan layanan tatap muka terbatas dan surat Dikbud NTB nomor: 420/4390.UM/Dikbud tanggal 20 Oktober 2020 perihal simulasi penguatan minggu ketiga dan keempat dan layanan tatap mjka terbatas.

Sementara itu, terkait pemberian kesempatan kepada Pemda memutuskan pembelajaran tatap muka di semester genap, Aidy  mengatakan, dengan adanya kebijakan itu, bagi SMA, SMK, dan SLB di NTB tidak kaget. Karena pihaknya sudah memulai simulasi dan pembelajaran tatap muka terbatas sejak awal bulan Oktober lalu. Dengan belum terujinya vaksin, untuk menghindari penyebaran penerapan pembelajaran tatap muka terbatas akan tetap dilaksanakan dengan sistem sif.

“Agar kerumunan terhindari dengan sistem sif, kita sudah teruji, NTB berjalan bagus,” katanya.

Terkait dengan pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan di semester genap nanti, pihaknya akan mencoba mendiskusikan dan mengembangkan kreativitas siswa, pembukaan kantin, pendampingan orang tua, cara dan strategi untuk pemberian penilaian. Termasuk memberikan peluang kepada SMK lebih banyak melaksanakan praktikum di sekolah.

Terpisah, Kepala SMAN 3 Mataram, Sunoto mengatakan pihaknya akan menggelar PAS secara daring. Alasannya agar lebih efektif dan efisien, serta untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. “Ini juga sesuai kebijakan Dinas Dikbud NTB yang menyatakan PAS dapat dilaksanakan secara daring atau luring,” katanya. (ron)